Drama Air Mata dan Kontroversi VAR: Kisah Pengusiran Breel Embolo yang Mengubur Mimpi Swiss di Piala Dunia 2026
Ukuran Teks
Runtuhnya Pertahanan Swiss dan Kebangkitan La Albiceleste
Pengusiran Embolo menjadi titik balik (turning point) yang mematikan. Secara taktik, pelatih Swiss dipaksa melakukan reshuffle formasi secara mendadak, menarik keluar satu pemain menyerang untuk menambah soliditas lini tengah dan pertahanan. Momentum psikologis yang baru saja dibangun runtuh seketika.
Argentina, yang dikenal dengan mentalitas juaranya, mencium kelemahan ini. La Albiceleste mulai mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan Swiss yang kelelahan.
Meski Swiss berhasil bertahan hingga 90 menit berakhir dengan skor imbang, perbedaan jumlah pemain mulai terasa di perpanjangan waktu. Argentina akhirnya mengunci kemenangan 3-1 berkat dua gol tambahan yang dilesakkan oleh Julián Álvarez dan Lautaro Martinez.
Sebelumnya, Argentina memang telah lebih dulu unggul di menit ke-10 melalui sundulan jitu Alexis Mac Allister yang memanfaatkan umpan sepak pojok jenial dari Lionel Messi. Namun, gol Embolo sempat membuat Swiss bermimpi untuk memaksa adu penalti. Sayang, kartu merah di menit 72 mengubur semua ambisi tersebut.
Polemik VAR: Penyelamat atau Penghancur Drama?
Insiden Embolo kembali membuka perdebatan klasik mengenai penggunaan VAR dalam sepak bola modern. Di satu sisi, teknologi ini diciptakan untuk menghilangkan "kecurangan" dan memastikan keadilan di atas lapangan. Hukuman bagi pemain yang melakukan simulasi adalah langkah logis untuk menjaga integritas permainan.
Namun, di sisi lain, banyak pengamat sepak bola yang berargumen bahwa intervensi VAR sering kali menghilangkan "grey area" atau area abu-abu yang merupakan bagian dari seni bertahan dan menyerang dalam sepak bola. Kontak fisik yang minim sering kali terlihat seperti pelanggaran besar di sudut kamera tertentu, atau sebaliknya, simulasi yang terlihat meyakinkan di mata wasit di lapangan ternyata tidak memiliki kontak sama sekali di layar high-definition.
Bagi Swiss, keputusan ini terasa seperti vonis mati yang merampas kesempatan mereka untuk bersaing secara adil. Bagi Argentina, ini adalah bukti ketajaman mata teknologi yang menyelamatkan mereka dari potensi gol atau tendangan bahaya.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Departemen Pertahanan AS Cabut Skorsing Pilot Garda Nasional South Carolina
Minggu / 12-07-2026, 16:31 WIB
Riot Games Resmi Luncurkan Mode League Classic di Final MSI
Minggu / 12-07-2026, 16:31 WIB
MGM Plus Rilis Drama Mafia New York The Westies
Minggu / 12-07-2026, 16:29 WIB
Serial Komedi Apple TV Trying Tembus Peringkat Global Setelah Premiere Musim Kelima
Minggu / 12-07-2026, 16:29 WIB
BLG Hadapi HLE di Final MSI 2026
Minggu / 12-07-2026, 16:28 WIB
Argentina Kalahkan Swiss 3-1, Lolos ke Semifinal Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 16:28 WIB
Pelatih Norwegia Salahkan Kabel Kamera Usai Kalah dari Inggris di Piala Dunia
Minggu / 12-07-2026, 16:28 WIB
Revitalisasi Halte Swadarma Jadi Lebih Inklusif Berkat Kolaborasi ParagonCorp, Pemprov DKI, dan Transjakarta
Minggu / 12-07-2026, 16:28 WIB
Rekomendasi HP Xiaomi RAM 8GB Harga Pelajar 2026
Minggu / 12-07-2026, 16:28 WIB
Badai Terjang Zona Konstruksi di Pusat Kota Apex, Warga Berbondong Bantu Bersihkan
Minggu / 12-07-2026, 16:26 WIB
Inspektur Jenderal Connecticut: Manuver PIT Trooper Tidak Dibenarkan
Minggu / 12-07-2026, 16:26 WIB
Conor McGregor Kalah dari Max Holloway Usai Cedera Kaki di UFC 329
Minggu / 12-07-2026, 16:26 WIB
Piala Dunia 2026 Cetak Rekor 14 Laga Comeback, Inggris Jadi Penentu
Minggu / 12-07-2026, 16:24 WIB
Cara Cek Status Pencairan KIP 2026 Lewat HP, Bisa Dilakukan Secara Online
Minggu / 12-07-2026, 16:24 WIB







