Keputusan Kontroversial Stale Solbakken: Lonceng Mati di Extra Time

Ketika Norwegia sedang berusaha sekuat tenaga mengejar ketertinggalan di babak perpanjangan waktu, pelatih Stale Solbakken mengambil keputusan yang bikin penonton dan pengamat sepak bola geleng-geleng kepala. Ia menarik keluar Haaland dari lapangan.
 
Keputusan ini sontak menjadi sorotan tajam. Mengganti striker andalan di saat tim sedang membutuhkan gol adalah sebuah perjudian besar. Usai meninggalkan lapangan, kamera TV tertangkap menampilkan Haaland yang sedang menerima pijatan intens di area pinggir lapangan. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa sang bintang mengalami kram atau masalah fisik yang membatasi ruang geraknya.
 
Namun, apa pun alasannya, pergantian ini menjadi pukulan psikologis tersendiri. Kehadiran Haaland di lapangan, meski sedang terisolasi, setidaknya masih menyisakan efek gentar bagi pertahanan lawan. Tanpa dirinya, Norwegia benar-benar kehilangan opsi ancaman di lini depan.
 
Penggantinya, Jorgen Strand Larsen, nyaris tidak memberikan dampak. Selama 15 menit di lapangan, ia hanya mencatat empat sentuhan bola dan mengalami nasib yang sama: terisolasi dan tak berdaya. Lebih menyakitkan lagi, pergantian ini secara resmi mengakhiri catatan magis Haaland yang selalu mencetak gol dalam 14 penampilan kompetitif beruntun bersama Timnas Norwegia.
 

Rollercoaster Emosi: VAR, Gol Anulir, dan Drama Bellingham

Meskipun Haaland gagal bersinar, laga ini sejatinya adalah tontonan rollercoaster emosi yang luar biasa. Norwegia sebenarnya lebih dulu mencuri start dan unggul pada menit ke-36 melalui aksi brilian Andreas Schjelderup.
 
Gol tersebut bermula dari kesalahan fatal Harry Kane yang kehilangan bola di area tengah. Norwegia dengan cepat mengalirkan bola ke sisi kiri, di mana Schjelderup melepaskan tembakan kaki kiri yang menusuk. Bola membentur tiang jauh sebelum akhirnya masuk ke gawang, meninggalkan Kane yang sempat protes mengklaim adanya pelanggaran, namun wasit dan VAR tetap mengesahkan gol tersebut.
 
Inggris nyaris tidak berkutik, namun mentalitas juara mereka muncul tepat sebelum turun minum. Memanfaatkan kelengahan pertahanan Norwegia di injury time babak pertama, Jude Bellingham menerima umpan Anthony Gordon di dalam kotak penalti. Tanpa pengawalan ketat, gelandang Real Madrid itu dengan dingin menggiring bola dan menundukkan Nyland lewat tembakan kaki kirinya. Skor 1-1.
 
Babak kedua berlanjut dengan ketegangan tingkat tinggi. Norwegia sempat merayakan gol kemenangan melalui Torbjorn Heggem pada menit ke-55 berawal dari sepak pojok. Namun, euforia itu langsung seketika dibunuh oleh teknologi VAR. Wasit membatalkan gol tersebut setelah menilai Haaland lebih dulu melakukan pelanggaran dorongan terhadap Elliot Anderson sebelum bola diumpankan.