Brannon menyoroti tekanan publik besar yang dihadapi Murphy selama bertahun-tahun.

"Hanya Tuhan yang tahu beban mental dan emosional yang kau pikul selama ini… ekspektasi dan tekanan yang dibebankan di pundakmu oleh jutaan orang yang hanya menyaksikan satu sisi hidupmu," tulisnya.

Dalam unggahan terpisah, seorang pelatih kebugaran daring berbagi wawasan tentang perubahan perilaku Murphy yang parah selama kolaborasi mereka.

"Akibatnya, hal itu menyebabkan gangguan psikotik yang mengubah Connor menjadi seseorang yang sangat berbeda dari orang yang dulu kukenal," tulis Patrick Lyons.

Lyons mendorong orang lain untuk belajar dari keadaan tragis seputar kematian mendadak sang influencer. "Di antara banyak delusi yang muncul, dia percaya bahwa dia adalah Tuhan," tulisnya.

>>> Shubman Gill Hadiri Wimbledon dari Royal Box, Temui Roger Federer

Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi kematian seorang warga negara Amerika di Samut Prakan dan saat ini memberikan bantuan konsuler kepada keluarga.