"Saya adalah orang yang sepenuhnya percaya pada kata adaptasi," ujarnya.

Ia memberikan kebebasan kreatif penuh kepada Brunstetter untuk membangun narasi televisi yang menarik, bukan replikasi kaku.

"Anda harus mengubah buku untuk membuat TV yang menarik.

Orang bisa membaca bukunya — dan saya harap mereka melakukannya — tetapi acaranya harus berjalan dengan kecepatannya sendiri sehingga setiap episode membuat Anda ingin lebih," kata Hilderbrand.

Penulis lebih mengutamakan kualitas produksi yang tinggi daripada kepatuhan ketat pada teks cetak.

"Jauh lebih penting bagi saya untuk memiliki acara yang benar-benar bagus yang berbeda dari buku daripada memiliki sesuatu yang sesuai dengan buku dan menjadi acara yang biasa-biasa saja," tambahnya.

Keaslian Latar Nantucket

Meskipun bersikap fleksibel terhadap perubahan plot, Hilderbrand bersikeras pada penggambaran geografis yang akurat dari latar cerita.

>>> UFC Kembali ke Oklahoma City dengan Laga Du Plessis vs Usman

"Satu-satunya hal yang saya khawatirkan adalah Nantucket. Saya ingin memastikan bahwa Nantucket digambarkan secara otentik dan benar," katanya.

Latar khusus ini memiliki nilai pribadi yang mendalam bagi penulis, berasal dari masa sulit yang dihabiskannya jauh dari pulau itu di Iowa Writers’ Workshop.

"Saya sangat menderita, sangat menderita," kenang Hilderbrand.

Seorang terapis di universitas kemudian menyarankannya untuk menyalurkan perasaannya ke dalam cerita tentang lokasi pulau tersebut.

"Saya pergi setiap minggu dan menangis. Dan terapis saya berkata, 'Saya pikir Anda harus mulai menulis tentang Nantucket.'

Saya seperti, 'Kamu benar, ini istimewa, dan saya akan menulis tentangnya,'" ceritanya.

Meskipun mendapat kritik akademis awal, Hilderbrand tetap percaya diri dalam karier menulis jangka panjangnya, mengingat validasi yang ia terima saat kecil.