Di sisi lain, feses manusia juga bukan sumber nutrisi yang ideal bagi lele.

Sekitar 75 persen komposisi feses manusia terdiri dari air, sedangkan sisanya berupa mikroorganisme, serat, dan sisa metabolisme yang memiliki nilai gizi sangat rendah bagi ikan.

Lele tetap membutuhkan pakan dengan kandungan protein yang cukup agar dapat tumbuh optimal, memiliki daging yang tebal, dan sehat.

Jika hanya mengonsumsi pakan yang miskin nutrisi, pertumbuhan lele tidak akan berlangsung dengan baik.

Kenapa Lele Bisa Melengkung Saat Digoreng?

Bentuk lele yang melengkung saat digoreng lebih mungkin disebabkan oleh faktor teknis selama pengolahan maupun kondisi tubuh ikan.

Lele dengan kandungan lemak lebih tinggi, misalnya, dapat mengalami penyusutan saat digoreng karena lemak mencair ketika terkena suhu tinggi.

Proses ini dapat membuat tubuh ikan tampak melengkung atau meringkuk.

Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi bentuk lele ketika dimasak, antara lain: wajan yang terlalu kecil sehingga tubuh ikan tertekuk, suhu minyak terlalu tinggi, lele terlalu lama disimpan di freezer, serta kualitas air kolam dan kepadatan ikan selama budidaya.

>>> Keluarga Khosla Setuju Beli Seattle Seahawks dengan Rekor 9,6 Miliar Dolar

Dengan kata lain, bentuk lele setelah digoreng tidak bisa dijadikan bukti bahwa ikan tersebut diberi pakan kotoran manusia.