Posisi berikutnya ditempati Musi Banyuasin dengan 46 kejadian, Ogan Ilir 41 kejadian, dan Muara Enim 33 kejadian.

Keempat daerah tersebut masuk kategori zona merah karena masing-masing mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla.

Sudirman menjelaskan kondisi lahan yang semakin kering selama musim kemarau membuat potensi kebakaran meningkat. Namun demikian, sebagian besar kejadian karhutla masih dipicu oleh aktivitas manusia.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama sejumlah pemerintah kabupaten telah menetapkan status siaga karhutla.

Selain itu, patroli di daerah rawan juga terus ditingkatkan, terutama di lokasi yang terdeteksi memiliki titik panas.

>>> Enam Tim Masih Bersaing di Piala Dunia 2026

"Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi lebih dini munculnya titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," kata Sudirman.