Profil dan Latar Belakang Pendidikan dr. Ayu Kusuma Ningrum

Lantas, siapa sebenarnya dr. Ayu Kusuma Ningrum? Berdasarkan penelusuran dari pangkalan data pendidikan tinggi, dr. Ayu menempuh pendidikan kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta.
 
Ia menyelesaikan program S1 Pendidikan Dokter dan melanjutkan ke program Profesi Dokter (dokter muda). dr. Ayu resmi mengangkat sumpah sebagai seorang dokter pada tahun 2015.
 
Perlu diluruskan bahwa gelar "dr." yang disandangnya adalah gelar dokter umum. Ia tidak tercatat mengambil program pendidikan spesialis dermatologi dan venereologi (Sp.DV atau dulu Sp.KK). Setelah lulus, ia memilih untuk berkecimpung dan mengambil sertifikasi di bidang aesthetic medicine atau kedokteran estetika, yang membuatnya berpraktik sebagai konsultan medis di klinik kecantikan jaringan ERHA.
 
 

Efek Bumerang: ERHA Jadi Sasaran, Netizen Ancam Boikot

Dampak dari tindakan tidak etis dr. Ayu ternyata tidak berhenti pada hancurnya reputasi pribamanya. Dampak kolateral yang paling terasa justru dialami oleh tempatnya bernaung, Klinik ERHA.
 
Akun media sosial resmi ERHA mendadak diserbu oleh ribuan komentar negatif dari warganet yang kecewa. Publik mempertanyakan standar rekrutmen dan pengawasan etika profesi yang diterapkan oleh manajemen klinik terhadap dokter-dokter yang berpraktik di bawah bendera mereka.
 
Banyak konsumen, khususnya perempuan, yang menyatakan rasa trauma dan kekhawatiran akan ditangani oleh tenaga medis yang memiliki rekam jejak body shaming. “Masak mau di-treatment sama dokter yang hobi nge-bully fisik pasiennya? Mending cari klinik lain,” tulis salah satu warganet yang mengancam akan membatalkan jadwal treatment dan memboikot produk serta layanan ERHA.
 
Ancaman boikot ini menjadi peringatan keras bagi industri klinik kecantikan di Indonesia. Kasus ini membuktikan bahwa di era digital, etika dan moral seorang tenaga medis tidak hanya diukur dari kemampuan klinisnya di dalam ruang praktik, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan sesama manusia di ruang publik.
 
Hingga artikel ini diturunkan, pihak manajemen ERHA belum merilis pernyataan resmi terkait langkah tegas apa yang akan mereka ambil terhadap dr. Ayu Kusuma Ningrum. Publik kini menanti, apakah institusi tersebut akan melindungi reputasi besarnya dengan menindak tegas oknum yang mencoreng nama baik dunia medis, atau akan membiarkan kasus ini perlahan tenggelam ditelan waktu?