Lebih dari 1.100 spesies laut baru berhasil diidentifikasi dalam setahun terakhir oleh Ocean Census, sebuah inisiatif keanekaragaman hayati global yang didanai Nippon Foundation.

Organisasi tersebut mengumumkan temuan pertama mereka pada Mei 2026 setelah menjalankan 13 ekspedisi ilmiah terpisah selama 12 bulan.

>>> Nico Williams Cadangan saat Spanyol Hadapi Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026

Para peneliti mengirimkan peralatan hingga kedalaman 6.575 meter untuk mengumpulkan sampel. Hasilnya, mereka menemukan 1.121 spesies laut yang sebelumnya tidak diketahui.

Temuan tersebut mencakup spesies baru hiu hantu laut dalam, cacing laut berkilau, serta berbagai jenis karang, kepiting, dan anemon laut yang unik.

Dalam ekspedisi di lepas pantai Jepang, para ilmuwan juga menemukan cacing bristle yang hidup bersimbiosis di dalam spons karnivora.

Struktur spons yang tembus pandang dan rumit itu disebut sebagai 'kastil kaca' oleh tim peneliti.

Adaptasi Biologis di Lingkungan Ekstrem

Banyak hewan yang baru diidentifikasi menunjukkan adaptasi khusus untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem.

Di dekat Jepang, peneliti dalam kapal selam berawak menemukan siput laut sejati terdalam yang pernah tercatat, menempel di batuan vulkanik hampir enam kilometer di bawah permukaan.

Ekspedisi juga menemukan tunikata predator, atau sea squirt, yang menangkap mangsa menggunakan mulut seperti tudung berukuran besar.

>>> Andrew Whitworth Soroti Dampak Myles Garrett bagi Rams

Karena penampilannya yang tidak biasa, para ilmuwan menamai genus tersebut dengan nama elf dari karya sastra J. R.

R. Tolkien.

Mengapa Laut Dalam Masih Tersembunyi

Laut menjadi gelap total di bawah kedalaman sekitar 200 meter, memasuki zona dengan suhu mendekati beku dan tekanan hidrostatis yang sangat tinggi.

Mendokumentasikan lingkungan ini membutuhkan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) dan kapal selam berat, yang membatasi frekuensi kunjungan ilmuwan ke dasar laut.

Fisika cahaya di kedalaman ini juga menciptakan ciri evolusi unik. Banyak organisme laut dalam yang baru ditemukan memiliki tubuh berwarna merah terang.

Karena air menyaring panjang gelombang cahaya merah dalam beberapa meter pertama dari permukaan, objek merah tampak hitam total di laut dalam.

Keunikan fisika ini memberikan kamuflase yang sangat baik terhadap predator.

>>> Fabian Ruiz Cetak Gol untuk Spanyol, Rayakan Kehamilan Pasangan

Dengan sebagian besar dasar laut masih belum teridentifikasi, para peneliti memperkirakan akan menemukan ribuan spesies lagi seiring berlanjutnya ekspedisi.