Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan bahwa penyederhanaan portofolio merupakan bagian penting agar perusahaan bisa lebih gesit menghadapi perubahan industri digital yang berlangsung sangat cepat.

"Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama," ungkap Seno dalam keterangannya.

>>> Jenazah Remaja 18 Tahun yang Hilang di Mississippi Diduga Ditemukan

Ia melanjutkan, "dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas."

Menurut Seno, langkah tersebut bukan semata-mata mengurangi jumlah anak usaha, tetapi bertujuan menciptakan portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai lebih besar bagi perusahaan.

"Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan.

Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global," jelas Seno.

Telkom memastikan seluruh proses penyederhanaan entitas dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR).

Setiap keputusan telah melalui kajian komprehensif serta berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Danantara Asset Management, hingga BP BUMN.

Tak hanya aspek bisnis, Telkom juga menegaskan bahwa penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui Early Retirement Program (ERP) yang pada 2026 akan difokuskan pada level Operating Company.

Program tersebut dijalankan secara sukarela dan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak, dengan tetap menghormati hak-hak karyawan yang terdampak.

Menurut Telkom, pendekatan ini diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih adaptif, meningkatkan produktivitas perusahaan, sekaligus memperkuat kesiapan talenta digital untuk menghadapi kebutuhan industri ke depan.

Program streamlining sendiri menjadi bagian dari target transformasi jangka menengah Telkom hingga 2030.

>>> Pria Florida Bakar Restoran dengan Tabung Propana, Terekam CCTV

Dengan struktur organisasi yang lebih sederhana dan fokus pada bisnis inti, perusahaan berharap mampu meningkatkan daya saing sekaligus memaksimalkan peluang pertumbuhan di sektor telekomunikasi dan digital yang dinilai masih memiliki prospek besar di masa depan.