Schaden membeberkan bahwa fans Meksiko sebenarnya lebih menguntungkan bagi bisnis restoran ketimbang pendukung AS.

Penggemar Meksiko dikenal lebih royal dalam membelanjakan uang dan betah menghabiskan waktu lebih lama di bar.

Meski begitu, Schaden mengaku situasinya tidak sepenuhnya buruk. Pendapatan bar selama sisa Piala Dunia diproyeksikan masih 25 persen lebih tinggi dibanding hari biasa.

Selain itu, penjualan bir dilaporkan tetap meroket terlepas dari tim mana yang bertanding.

Data dari Beer Institute mencatat penjualan bir di bar dan restoran melonjak 6,4 persen selama empat minggu terakhir.

Lonjakan ini mencapai 14 persen di kota-kota tuan rumah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Massachusetts menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 23 persen, imbas aksi fans Skotlandia yang memborong persediaan bir di Boston bulan lalu.

Kenaikan signifikan ini disusul oleh wilayah metropolitan New York sebesar 19 persen dan California sebesar 14 persen.

Kepala Ekonom Beer Institute Andrew Heritage menilai bahwa kehadiran tuan rumah di awal turnamen memang krusial, namun magnet kompetisi ini terbukti lebih luas.

"Perjalanan tim AS membantu membangun antusiasme, tetapi data menunjukkan bahwa turnamen ini lebih besar daripada satu tim mana pun," ujar Heritage kepada CNN.

>>> Pemain ARC Raiders Temukan Glitch Duplikasi Item Usai Update 1.36

"Kami memperkirakan momentum ini akan berlanjut hingga final, dengan para penggemar memprioritaskan minum bir bersama saat mereka berkumpul," tambahnya.