Nama Vicky Prasetyo kembali mencuri perhatian publik setelah muncul pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan bernama Fangfang. Melalui kuasa hukumnya, Fangfang mengklaim dirinya sebagai istri siri Vicky Prasetyo yang saat ini tengah mengandung buah hati dari hubungan tersebut.
 
Pengakuan ini sontak memicu gelombang reaksi di tengah masyarakat, mengingat rekam jejak percintaan Vicky Prasetyo yang memang kerap menjadi sorotan media. Namun, yang membuat kasus ini berbeda adalah detail pengungkapan modus pendekatan yang dilakukan sang presenter hingga berhasil membawa Fangfang ke jenjang pernikahan siri.
 

Awal Mula Pertemuan: Berawal dari DM Instagram

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu 8 Juli 2026, Fangfang membeberkan kronologi lengkap bagaimana hubungan bermula. Menurut pengakuannya, semuanya dimulai dari interaksi sederhana di media sosial Instagram.
 
"Vicky pertama kali menghubungi saya lewat Direct Message (DM) Instagram," ungkap Fangfang didampingi kuasa hukumnya.
 
Komunikasi yang awalnya tampak biasa-biasa saja itu perlahan berkembang. Percakapan di Instagram kemudian berpindah ke aplikasi pesan instan WhatsApp. Intensitas komunikasi yang semakin tinggi membuat keduanya sepakat untuk bertemu langsung.
 
Dari pertemuan tatap muka itulah, hubungan mereka mulai berkembang menjadi lebih personal dan emosional. Fangfang mengakui bahwa pendekatan yang dilakukan Vicky Prasetyo cukup intens dan persuasif.
 

Janji Manis yang Meluluhkan Hati

Salah satu aspek paling menarik dari pengakuan Fangfang adalah alasan mengapa ia bersedia menerima pendekatan Vicky Prasetyo, padahal ia mengetahui rekam jejak percintaan sang presenter yang penuh kontroversi.
 
Fangfang menjelaskan bahwa Vicky menawarkan sesuatu yang tidak ia dapatkan dalam pernikahan pertamanya. Janji-janji tentang kehidupan yang lebih baik, perlindungan, dan perhatian menjadi daya tarik utama.
 
"Saya mau menjalin hubungan karena dia menjanjikan sesuatu hal yang tidak saya dapatkan di pernikahan pertama saya," jelas Fangfang dengan nada yang menyiratkan kekecewaan mendalam.
 
Namun, realitas berbicara lain. Hingga detik ini, Fangfang menegaskan bahwa tidak ada satu pun janji yang terealisasi.
 
"Tapi sampai detik ini, janji-janji itu belum ada yang terealisasi," tambahnya.
 
Pernyataan ini mengisyaratkan adanya eksploitasi emosional, di mana kerentanan seseorang dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang pada akhirnya tidak memberikan kepastian maupun perlindungan.