"Kabar itu bikin aku nangis nggak tahu harus gimana sampai akhirnya pengasuh ku waktu kecil cerita kalau almarhum ayahku dulu sebelum ketemu mamah sudah ada keluarga dan punya dua anak, saran dari pengasuh aku sebaiknya cari kakak ku itu, tapi yang bersangkutan cuman hafal nama dan kerjaan nya aja, jadi untuk nama jelas alamat dan wajahnya sama sekali tidak tahu," lanjutnya.

Pencarian pun dimulai secara kilat.

Pernikahan Inten dijadwalkan pada 21 Juni 2026, dan ia baru mengetahui keberadaan saudara tiri tersebut pada 15 Juni.

Keesokan harinya, ia langsung bergerak melakukan pencarian fisik yang sempat berakhir buntu.

"Tanggal 16 karena tanggal merah juga aku libur kerja aku langsung cari alamatnya ke daerah Cihanjuang dari jam 8 pagi sampe jam 1 siang tapi nggak ketemu akhirnya menyerah pasrah dan pulang kerumah," kenang Inten.

Namun, keajaiban justru datang saat ia pulang ke rumah dalam kondisi berserah diri.

Kalimat pertanyaan yang terus-menerus diucapkan oleh pengasuhnya saat mencari rumah sang kakak rupanya melekat erat di ingatan Inten.

"Sampai di rumah mau sholat dzuhur tapi air mata masih netes tuh kaya hati masih berantakan tapi telinga berisik, terngiang-ngiang ketika yang ngasuh aku sebut aja bapak (w) dan ibu (u) itu tiap berhenti dan nanya ke orang selalu nanya nya 'punten terang bumina pak Asep nu damelna di properti?'

Nah kata-kata 'asep properti' itu yang akhirnya bikin aku penasaran terus aku search di Google," tuturnya.

Melalui kata kunci itu lah, Google mengarahkan Inten pada sosok Asep Ahmad Rosidin. Kendati demikian, keraguan sempat melanda karena pengasuhnya sendiri sudah lupa dengan wajah sang kakak.