Jadi ini akan menjadi tantangan yang bagus untuknya," tambah Slay.

Slay juga membahas dinamika antara Hurts dan Brown di dalam ruang ganti sebelum wide receiver itu ditukar.

Dia menggambarkan Brown sebagai pemain pendiam yang didorong oleh kemenangan tim di samping tujuan individu.

"Saya sudah berada di ruang ganti untuk waktu yang lama, lima tahun di sana," ujar Slay. Dia menekankan sejarahnya dengan kedua pemain dan membela gaya kepemimpinan mereka.

Slay menambahkan bahwa atlet elit secara alami ingin pencapaian pribadi mereka diakui sambil memprioritaskan kemenangan.

"Saya memiliki sejarah yang bagus dengan orang-orang ini. Keduanya juga orang hebat.

A. J.

adalah rekan setim yang hebat, salah satu rekan setim terbaik. Hurts juga sama.

Dia adalah pemimpin yang hebat. Mereka berdua memimpin dengan cara yang berbeda," kata Slay.

Slay menegaskan bahwa bakat terbaik di NFL menyeimbangkan kesuksesan tim dengan pencapaian pribadi. Dia menjelaskan bahwa Brown tetap fokus pada kemenangan meskipun ada persepsi dari luar.

"A. J.

, pastinya, adalah pria yang mengutamakan kemenangan," kata Slay. Dia mencatat bahwa mengakui pencapaian tidak mengurangi menjadi pemain tim.

>>> Courtois Kesal Belgia Diremehkan sebelum Hajar AS di Piala Dunia 2026

Slay menyimpulkan dengan mengulangi keyakinannya bahwa Hurts tetap menerima perubahan struktural.

"Tapi sebagai pemain yang memainkan permainan ini, Anda memang ingin memiliki tujuan individu sendiri.

Saya tidak pernah tahu orang yang begitu elit yang tidak ingin pencapaiannya diakui," ujar Slay.

Tantangan Fisik dan Adaptasi

Penyesuaian fisik akan memaksa Hurts mengatur ulang pandangannya ke lapangan setelah membelakangi pertahanan. Slay tetap percaya diri bahwa perubahan struktural khusus ini sesuai dengan pola pikir kompetitif quarterback.