Ia mengenakan tarif 27 juta won (sekitar Rp318 juta) untuk total tiga pakaian visual girl group IVE itu.

Terungkap bahwa bayaran tinggi tersebut ditentukan langsung oleh para penata gaya dan penata rias ternama Korea.

Biaya tambahan sebanyak setengah bayarannya akan dikenakan jika proses syuting melebihi 12 jam.

>>> Wimbledon 2026 Hari Kesembilan: Sinner, Djokovic, dan Gauff Tampil

Jika jadwal syuting artis Korea dilakukan di luar negeri, hari keberangkatan-kepulangan penata gaya dan penata rias dihitung upah setengah hari.

Tanggapan Hukum dan Kontroversi

Sebagai tanggapan dari segi hukum, pengacara Bang Jung Hyun memberikan keterangan kepada Dispatch.

Ia menegaskan bahwa penata gaya maupun penata rias tidak berhak menerima bayaran tambahan di luar pekerjaannya.

"Para profesional di bidang tata rambut, rias wajah, dan penata gaya menerima bayaran dari satu layanan. Mereka berhak menerima pembayaran atas jasanya, namun tidak lebih dari itu.

Mengonversi konten video, cetak, atau konten pendek itu adalah pekerjaan tim editorial dan cetak dari pengiklan," ungkap pengacara dari firma hukum Goodplan itu.

Dari hasil penelusurannya, Dispatch menemukan bayaran penata gaya maupun penata rias artis Korea memakan 15-20% anggaran produksi iklan.

Salah seorang penata gaya yang dirahasiakan identitasnya pun angkat bicara kepada Dispatch perihal kontroversi bayarannya yang dinilai kelewat tinggi.

Ia tidak khawatir kehilangan klien, karena yakin permintaan akan tetap terus berdatangan dari para artis di industri hiburan.

"Jika aku bisa digantikan, gantikan saja. Jika harganya tidak sesuai, jangan gunakan jasaku.

Ini soal kepercayaan dan kecocokan. Bagaimana bisa kalian memberikan pekerjaan kepada seseorang yang bahkan tidak memahami kecocokan untuk artis Korea.

Coba saja lakukan sendiri," ujarnya.

>>> OPEC+ Naikkan Produksi Minyak 188.000 Barel per Hari, Harga Minyak Dunia Melemah

Untuk diketahui, pendapatan penata gaya artis Korea dari satu sesi pemotretan iklan setara dengan gaji tahunan manajer artis Korea di tahun pertama mereka bekerja di agensi hiburan.