"Itu bukan lagi sekadar penutup kaki palsu, itu adalah sebuah karya seni yang membantu menceritakan kisah hidup saya."

Proses pembuatan melibatkan tim ahli CFPR, termasuk Laura Clarke, Julia Kowalska, dan Profesor Carinna Parraman.

Mereka memindai sebagian renda dari gaun pengantin Shannon dan menggunakan penyuntingan foto untuk membuat pola berulang yang presisi.

Bagi tim CFPR, ini adalah pertama kalinya mereka membuat penutup untuk kaki palsu. Laura Clarke menyatakan proyek ini sangat personal dan berarti.

"Kami benar-benar ingin memastikan semua ide dan keinginan Shannon terserap dengan baik," ujarnya.

Keberhasilan proyek ini membuka peluang inovasi baru.

Tim CFPR melihat potensi besar untuk membantu lebih banyak penyandang disabilitas tampil percaya diri lewat karya seni cetak.

>>> Kronologi Dokter PPDS Unsrat Adrian Rantung Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Kemenkes Hentikan Sementara Program Anestesiologi

"Respons positif menginspirasi kami untuk mengeksplorasi lebih banyak desain penutup kaki palsu yang disesuaikan secara khusus," kata Profesor Carinna Parraman.