Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada Selasa (7/7/2026).

India berharap kunjungan ini dapat merampungkan sejumlah kesepakatan, termasuk pembelian sistem rudal BrahMos oleh Indonesia.

>>> Harga Minyak Dunia Naik Tipis ke US$72,3, Pasar Cermati Kenaikan Pasokan

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyatakan Modi akan membahas nota kesepahaman di bidang kesehatan, antariksa, farmasi, dan ketahanan pangan.

Ia juga menambahkan bahwa kedua negara berharap dapat menyelesaikan kesepakatan terkait BrahMos, rudal buatan bersama India dan Rusia yang telah lama dibidik Indonesia.

"Sebagian masih dalam proses, sebagian akan dirampungkan tepat waktu, sebagian mungkin mengalami penundaan, tetapi tetap akan ada hasil yang dicapai dari kunjungan ini," ujar Chakravorty dalam jumpa pers pekan lalu.

Pada 2023, BrahMos Aerospace mengungkapkan tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan Indonesia untuk kesepakatan senilai US$200-350 juta.

Perusahaan patungan Rusia-India itu sebelumnya telah menandatangani kesepakatan serupa dengan Vietnam dan Filipina.

>>> Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah secara Permanen? Ini Faktanya

Pada Maret 2026, Indonesia dilaporkan telah meneken kesepakatan akuisisi sistem rudal BrahMos dengan India.

Juru bicara Kementerian Pertahanan RI, Rico Ricardo Sirait, menyatakan kesepakatan itu merupakan bagian dari modernisasi alutsista, khususnya di sektor maritim.

Rico menambahkan pengadaan tersebut memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India di bidang pertahanan dan diharapkan meningkatkan kemampuan penangkalan dalam menjaga kedaulatan nasional.

Namun, ia menolak mengonfirmasi nilai total kesepakatan yang disebut mencapai US$450 juta oleh South China Morning Post.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelumnya juga menyebut kolaborasi teknologi canggih seperti BrahMos sebagai hal penting dalam diskusinya dengan panglima Angkatan Laut India.

>>> 5 Sepatu Nike Diskon Besar di Sports Station, Mulai Rp374 Ribuan

Selain rudal, pembicaraan pertahanan juga akan mencakup kesadaran maritim dan pemberantasan pembajakan.