Ribuan pendukung sepak bola Amerika Serikat berkumpul di tepi pantai Seattle pada Senin, 6 Juli 2026, untuk mendukung tim nasional menjelang pertandingan babak 16 besar Piala Dunia melawan Belgia.

Aksi solidaritas ini terjadi di tengah sorotan internasional setelah Presiden AS Donald Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membatalkan kartu merah yang diterima striker Folarin Balogun pada pertandingan sebelumnya melawan Bosnia-Herzegovina.

>>> Ciri-Ciri Orang yang Cocok Masuk Jurusan Psikologi, Ada Nggak di Kamu?

Para penggemar di Seattle, kota yang dikenal beraliran kiri, memilih untuk mengabaikan kerumitan politik akibat intervensi presiden demi mendukung pemain bintang yang kembali bermain di laga krusial tersebut.

"Saya pikir sepak bola bukanlah soal biru atau merah. Ini adalah olahraga nasional," kata Brad Lawliss, penggemar dari Portland, Oregon.

Lawliss mencatat popularitas luas olahraga ini di seluruh negeri saat para pendukung memadati zona penggemar, bar, dan restoran di sepanjang Washington Street.

"Sebenarnya, lebih banyak pemain sepak bola di negara ini daripada olahraga lainnya. Ini benar-benar bangsa sepak bola yang bersatu," ujar Lawliss.

Pengunjung lain menyatakan bahwa tinjauan disipliner seharusnya berjalan tanpa pengaruh politik, namun setuju bahwa keputusan akhir untuk mengizinkan Balogun bermain adalah tepat.

"Saya tidak suka kenyataan bahwa kami harus memiliki sentuhan politik dalam keputusan ini," kata Michael Scott, penggemar dari pinggiran Seattle.

Scott mengakui motivasi nasionalistik di balik dorongan presiden, tetapi menekankan bahwa badan sepak bola harus beroperasi secara independen.

"Saya pikir FIFA seharusnya meninjau tanpa dorongan politik, tapi saya mengerti Trump adalah penggemar AS dan dia ingin melakukan apa yang dia lakukan," kata Scott.