Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, dengan tegas mengecam Senator Paraguay, Celeste Amarilla, setelah politikus tersebut melontarkan komentar rasis di media sosial.

Insiden ini terjadi setelah Prancis mengalahkan Paraguay 1-0 dalam laga yang berlangsung di Philadelphia, Sabtu lalu. Gol kemenangan dicetak Mbappe melalui tendangan penalti.

>>> Momen Santai Pembawa Acara BBC Saat Liputan Wimbledon 2026

Usai pertandingan, Amarilla menulis pernyataan panjang di platform X.

Ia menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang terjajah, mati-matian berusaha dianggap sebagai orang Prancis" dan "brute yang tidak belajar menulis".

Amarilla juga menambahkan bahwa pemain Paraguay seharusnya menampar Mbappe. Pernyataan itu langsung menuai kecaman.

Mbappe merespons langsung dengan membela diri dan rekan setimnya. "Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita hina dan tidak layak menduduki jabatan Anda.

Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah bersimbah keringat dan semangat selama turnamen ini," ujar Mbappe.

Pemain berusia 25 tahun itu juga mengkritik Amarilla karena telah menenggelamkan prestasi atletik timnas Paraguay sendiri.

>>> Joe Jonas dan Tatiana Gabriela Nikmati Liburan Romantis di Portofino

"Karena kecerobohan dan rasisme Anda yang terang-terangan, seluruh dunia telah melupakan perjuangan dan usaha bersejarah yang dilakukan para pemain Anda selama Piala Dunia ini," tambahnya.

Mbappe menegaskan tidak akan membiarkan orang seperti Amarilla bebas menyebarkan kebencian dan rasisme.

"Saya tidak akan pernah membiarkan orang seperti dia bebas menyebarkan kebencian dan rasisme mereka ke seluruh dunia," tegasnya.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) kemudian turun tangan dengan mengambil langkah hukum terhadap senator tersebut. FFF menyebut pernyataan Amarilla sebagai tindak pidana dan tercela.

"Pernyataan ini bersifat kriminal dan patut dihukum. Mereka harus dituntut di sini maupun di tempat lain.

FFF melaporkan masalah ini ke kantor kejaksaan dengan tujuan proses hukum," demikian pernyataan resmi FFF.

>>> Mahasiswa UTB Temukan Kerentanan Claude AI, Raup Hadiah Rp60 Juta

FFF menambahkan bahwa pernyataan tersebut membawa aib bagi yang membuat dan menyebarkannya. "Para pemain tim nasional Prancis mewakili Prancis; negara kamilah yang dihina," lanjut pernyataan itu.