ESPN baru-baru ini merilis daftar pemain sepak bola kampus terbaik sepanjang masa berdasarkan nomor jersey. Daftar tersebut langsung memicu perdebatan, terutama untuk nomor punggung 22.

ESPN menunjuk Doug Flutie sebagai pemain terbaik yang pernah mengenakan nomor 22. Flutie unggul atas Emmitt Smith, John Cappelletti, dan Mark Ingram.

>>> Penelope Cruz Ungkap Rahasia Pernikahan 15 Tahun dengan Javier Bardem

Pemilihan Flutie didasarkan pada status ikoniknya di era 1980-an. Ia dikenal lewat lemparan Hail Mary yang terkenal melawan Miami.

Flutie juga mencatat sejarah sebagai quarterback pertama yang melampaui 10.000 yard operan dalam karier di sepak bola kampus.

Ia memenangkan Trofi Heisman pada 1984.

Namun, statistik menunjukkan Flutie memiliki akurasi yang kurang konsisten. Ia tidak pernah mencapai persentase penyelesaian di atas 60% hingga musim terakhirnya pada 1984.

Sepanjang kariernya, Flutie melempar 54 intersepsi.

Pada 1982, ia mencatat 20 intersepsi berbanding 13 touchdown dan berada di luar 20 besar dalam Rating Efisiensi Operan hingga 1984.

>>> Alex Baena Jadi Pemain Kunci Spanyol di Piala Dunia

Sebaliknya, Emmitt Smith mendominasi saat bermain untuk Florida Gators. Ia memimpin Southeastern Conference (SEC) dalam rushing pada musim 1987 dan 1989.

Smith meraih penghargaan Pemain Terbaik SEC pada 1989 setelah mencatat 1.599 yard rushing untuk tim Gators yang finis 7-5.

Ia juga konsisten berada di lima besar total touchdown selama tiga tahun di Gainesville.

Smith gagal menjadi pemimpin rushing sepanjang masa SEC karena ia memutuskan mendaftar NFL Draft setelah musim juniornya. Prestasi kampusnya sering terlupakan karena karier profesionalnya yang gemilang.

Di NFL, Smith mengumpulkan 18.355 yard rushing dan tetap menjadi pemimpin rushing sepanjang masa liga. Warisannya di level profesional tidak perlu diragukan lagi.

>>> Brady Tkachuk Tinggalkan Ottawa Senators Akhirnya, Ketegangan Ruang Ganti Jadi Pemicu

Perdebatan ini menunjukkan bahwa pencapaian kampus dan profesional seringkali dinilai berbeda. ESPN memilih Flutie berdasarkan dampak ikoniknya di level kampus, sementara pendukung Smith menonjolkan statistik superiornya.