"Kami sudah cukup dihukum saat melawan Bosnia-Herzegovina dengan bermain 10 orang selama 30 menit dalam keputusan yang sangat tidak adil," ujarnya.

Pochettino berharap perjalanan timnya bisa terus menyatukan dukungan domestik.

>>> Malaysia Perketat Impor Mobil Listrik China dengan Syarat Ketat

"Jika kami terus mendorong, mungkin satu langkah lagi besok Anda akan melihat bahwa olahraga itu ajaib, sangat kuat, menyatukan orang, menyatukan negara seperti kita," katanya.

Gelandang AS Christian Pulisic mempertanyakan keputusan wasit setelah tinjauan video. "Jika Anda melihat pelanggarannya, sama sekali tidak ada niat," ujarnya.

Ia menilai ada pelanggaran yang lebih buruk di turnamen ini.

Bek AS Chris Richards mengaku tim awalnya skeptis saat mengetahui kabar tersebut dari media sosial. "Kami tidak yakin apakah itu benar atau tidak," katanya.

Ia menekankan pentingnya kehadiran Balogun di lini depan.

Sebelum keputusan, Balogun menyatakan kartu merah berlebihan. "Jika Anda pernah bermain sepak bola, Anda paham ada situasi yang tidak bisa dihindari," ujarnya.

Protes Belgia

Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) menyatakan kaget dan akan menempuh jalur hukum. Mereka menilai keputusan FIFA bertentangan dengan aturan turnamen.

RBFA merujuk pada Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA yang menyatakan kartu merah otomatis skors untuk pertandingan berikutnya.

Juga Pasal 10.5 Regulasi Piala Dunia 2026 yang menyatakan hal serupa.

Pelatih Belgia Rudi Garcia mengejek keputusan tersebut. "Saya tidak tahu bahwa di kantor FIFA tanggal 5 Juli adalah 1 April di Eropa," katanya.

Ia menegaskan protes ini untuk melindungi integritas sepak bola internasional.

Kontroversi penggunaan Pasal 27 ini bukan pertama kali.

>>> Hati-hati Situs Pre-order GTA VI Palsu Bisa Kuras Rekening

Sebelumnya, aturan yang sama digunakan untuk menangguhkan skors Cristiano Ronaldo pada akhir 2025, serta Nicolas Otamendi (Argentina) dan Moises Caicedo (Ekuador) agar bisa tampil di Piala Dunia.