Windows 11 ternyata memiliki fitur tersembunyi yang memungkinkan pengguna membatasi jumlah RAM yang digunakan, tanpa harus mencabut keping RAM dari motherboard.

Fitur ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan tersembunyi di dalam System Configuration (msconfig). Banyak pengguna baru mungkin tidak mengetahuinya.

>>> AdaKami Raih Penghargaan atas Transparansi dan Tata Kelola Pembiayaan Digital

Cara Membatasi RAM Tanpa Mencabut RAM

Secara default, Windows akan menggunakan seluruh kapasitas RAM yang tersedia.

Namun, untuk kebutuhan tertentu seperti pengujian aplikasi atau simulasi komputer dengan spesifikasi rendah, Windows menyediakan opsi Maximum Memory di msconfig.

Cara mengaksesnya cukup mudah: buka Start Menu, ketik 'msconfig', masuk ke Tab Boot, pilih Advanced Options, lalu atur Maximum Memory.

Pengguna dapat mengatur jumlah RAM yang ingin digunakan dalam MB, misalnya 4096 untuk 4 GB, 8192 untuk 8 GB, atau 16384 untuk 16 GB.

Setelah itu, restart Windows dan sistem hanya akan menggunakan kapasitas RAM yang ditentukan.

Untuk Apa Fitur Ini?

Fitur ini tidak membuat Windows lebih ringan; justru performa komputer akan turun karena Windows dipaksa bekerja dengan memori lebih sedikit.

>>> Alumni SisBerdaya DANA Catat Kenaikan Pendapatan UMKM 113 Persen

Fitur ini ditujukan untuk kebutuhan seperti menguji performa aplikasi pada PC berspesifikasi rendah, melakukan troubleshooting masalah memori, simulasi perangkat lama, dan pengembangan aplikasi.

Dengan kata lain, fitur ini lebih cocok untuk developer, tester, atau administrator sistem, bukan untuk end user pada umumnya.

Pada halaman yang sama, pengguna juga bisa membatasi jumlah core processor dengan tujuan yang serupa.

Fitur Ini Mungkin Tidak Bekerja di Perangkat Modern

Pada beberapa komputer modern dengan UEFI dan Secure Boot, opsi Maximum Memory kadang tidak bisa digunakan atau diabaikan oleh sistem.

Microsoft menyebut pengguna mungkin perlu menonaktifkan Secure Boot terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian.

Namun, langkah ini hanya disarankan untuk kebutuhan testing karena mematikan Secure Boot akan mengurangi perlindungan terhadap malware yang menyerang proses booting.

>>> Harry Styles Ucapkan Terima Kasih ke One Direction di Konser Terakhir Wembley

Meskipun terlihat sederhana dan mungkin tidak dibutuhkan banyak pengguna, fitur ini menarik karena menunjukkan bahwa Windows 11 masih menyimpan berbagai fitur lawas seperti ini.