Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis perkara narkotika. Saat tiba di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim, yakni tim penindakan dan tim pendukung di sekitar lokasi.

Target sempat berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang di dalam rumah bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam.

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," kata Eko.

Menurut keterangan kepolisian, jumlah massa terus bertambah. Mereka disebut menyerang aparat dengan parang dan senjata api rakitan sehingga anggota di lapangan terpaksa menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan.

Dalam upaya menghindari kepungan massa, sejumlah personel berenang menyeberangi sungai yang berarus deras dan berlindung di kawasan hutan.

Tiga Personel Gugur

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur dalam operasi tersebut menjadi tiga orang.

  • Aipda Yudhie Perdana Putra
  • Bripda Nopandri Ramadhana
  • Aiptu Sumaryanto

Brigjen Eko Hadi Santoso menyatakan Polri akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pemberantasan narkotika. Evaluasi itu mencakup prosedur penindakan serta aspek keselamatan personel agar memiliki perlindungan yang lebih baik saat menghadapi situasi berisiko tinggi.