Mantan pemain sayap Skotlandia Pat Nevin menyoroti taktik pengganggu yang digunakan Paraguay.

"Mereka mencoba memprovokasi pemain Prancis dengan dorongan kecil dan senggolan, tapi tidak cukup untuk mendapat kartu kuning. Semua taktik kotor digunakan," kata Nevin di BBC Radio 5 Live.

Bek tengah Prancis William Saliba justru memuji ketangguhan Paraguay. "Hari ini tidak mudah karena kami melawan tim kuat.

Mereka sangat bagus dalam bertahan dan punya peluang saat menguasai bola. Tapi kami tetap fokus secara defensif dan akhirnya menemukan cara untuk mencetak gol," ujar Saliba.

Data statistik dari New York Times menunjukkan Paraguay tidak melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya sekali melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti Prancis.

>>> Fi Asia Indonesia 2026 Digelar September, Fokus pada Ketahanan Pangan dan Mutu Lingkungan

Prancis selanjutnya akan menghadapi Maroko di perempat final yang berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, pada Kamis pukul 16.00 Waktu Timur.