Keuskupan Agung Semarang berduka atas wafatnya Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr, yang akrab disapa Romo Busyet. Imam berusia 50 tahun itu meninggal dunia pada Jumat, 3 Juli 2026, pukul 07.57 WIB di Rumah Sakit Elisabeth Semarang.

Kepergian Romo Andreas menjadi kabar yang menyentuh banyak umat Katolik. Selama menjalankan pelayanan, ia dikenal dekat dengan berbagai kalangan melalui pendekatan yang hangat, komunikatif, dan mudah diterima, terutama dalam pendampingan kaum muda.

Penyebab Romo Andreas Setyo Budi Meninggal Belum Disampaikan

Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai penyakit yang diderita maupun penyebab wafat Romo Andreas Setyo Budi Sambodo. Pengumuman dari Keuskupan Agung Semarang hanya menyebutkan waktu dan lokasi beliau mengembuskan napas terakhir.

Karena belum terdapat keterangan medis dari pihak keluarga maupun otoritas gereja, informasi mengenai penyebab meninggal dunia tidak dapat dipastikan. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

>>> Viral Momen Haru Anak Nuno Da Costa Tenangkan Ayahnya Usai Kalah dari Argentina

Jadwal Persemayaman dan Pemakaman

Keuskupan Agung Semarang tidak mengumumkan adanya rumah duka secara terpisah. Informasi resmi berfokus pada rangkaian penghormatan terakhir melalui Perayaan Ekaristi Requiem.

Ibadat tersebut dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026 pukul 15.00 WIB bersama Mgr. Robertus Rubiyatmoko di Kapel Paulus Seminari Tinggi St. Paulus Kentungan. Seusai misa, jenazah dimakamkan di Kompleks Makam Romo Projo Keuskupan Agung Semarang.

Prosesi itu juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Komsos Keuskupan Agung Semarang sehingga umat yang tidak dapat hadir tetap bisa mengikuti doa secara daring.

Dikenal Dekat dengan Kaum Muda

Romo Andreas dikenal luas lewat berbagai karya pastoral. Salah satu kegiatan yang sempat diikutinya ialah Paskahan Jomblo Katolik di Kevikepan Kedu pada April 2026 yang digelar di Griya Sejahtera Ngablak, Kabupaten Magelang.

Dalam kegiatan tersebut, Romo Busyet mengajak umat muda dan lajang Katolik untuk membangun relasi melalui perjumpaan secara langsung. Sapaan yang akrab membuatnya mudah dikenal oleh banyak peserta.

Rekam jejak pelayanannya juga terlihat di sejumlah paroki. Pada perayaan Natal 2022, misalnya, Romo Andreas Setyo Budi Sambodo, Pr tercatat sebagai salah satu imam yang memimpin Misa Natal di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, Bantul.

Kepergian Romo Andreas meninggalkan duka bagi keluarga, rekan imam, komunitas, dan umat yang pernah dilayaninya. Keuskupan Agung Semarang mengajak seluruh umat mendoakan agar beliau memperoleh damai abadi.