Trump Ampuni Enam Terpidana Pelanggaran Clean Air Act
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pengampunan pada Jumat, 3 Juli 2026, kepada enam individu yang dihukum karena melanggar Undang-Undang Udara Bersih (Clean Air Act).
Mereka dinyatakan bersalah karena merusak peralatan pengendali polusi udara kendaraan menggunakan alat pengelak emisi aftermarket.
>>> Badai Petir Ancam Wilayah Rochester Akhir Pekan 4 Juli
Trump menyebut penuntutan terhadap mereka sebagai bentuk senjata politik (weaponization) yang dilakukan pemerintahan sebelumnya.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, "Merupakan suatu kehormatan besar bagi saya untuk menandatangani pengampunan bagi enam orang yang dianiaya oleh Pemerintahan Biden, dan yang berada di, atau akan dikirim ke, penjara karena 'memperbaiki mobil mereka.'"
Ia menambahkan bahwa tindakan itu adalah bagian dari "senjata politik dan kebodohan" yang harus dialami negara selama empat tahun kepemimpinan Joe Biden.
Trump mengumumkan keputusan tersebut setelah pertemuan di Gedung Putih dengan para pembantu senior, termasuk penasihat khusus David Warrington, kepala staf Susie Wiles, dan Jaksa Pengampunan AS Ed Martin.
"SAYA MEMBEBASKAN MEREKA SEMUA, SEKARANG JUGA!" tulis Trump.
>>> Gigi Hadid dan Bradley Cooper Hadiri Pernikahan Taylor Swift di New York
Meskipun Gedung Putih tidak segera merilis daftar resmi, pengacara Stewart Cables dan pelobi Jeff Daugherty mengidentifikasi lima dari enam orang tersebut sebagai Ryan Lalone, Wade Lalone, Matt Geouge, Tim Clancy, dan Mac Spurlock, seperti dilaporkan CBS News.
Tindakan grasi ini mengikuti arahan Departemen Kehakiman awal tahun ini yang memerintahkan jaksa federal untuk menghentikan semua penyelidikan dan kasus terkait perangkat lunak pengelak emisi.
Musim gugur lalu, Trump juga memberikan pengampunan kepada Troy Lake, seorang montir Wyoming yang menjalani hukuman tujuh bulan penjara karena menonaktifkan kontrol polusi mesin diesel.
Daugherty dan Cables, yang mewakili lima dari enam terdakwa, mendapat informasi langsung dari Gedung Putih.
>>> Trump Teken Uang Kertas dan Beri Pengampunan Jelang 4 Juli
Daugherty memuji Trump sebagai satu-satunya presiden yang peduli pada kasus mereka karena juga pernah menghadapi senjata politik.
Update Terbaru
11 Siswa SMP Negeri 11 Samarinda Olah Sampah dengan AI di 2026
Sabtu / 04-07-2026, 07:07 WIB
Australia Ditekuk Mesir, Strategi Ganti Kiper saat Adu Penalti Gagal
Sabtu / 04-07-2026, 07:06 WIB
Raja Juli Siap Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Kuansing
Sabtu / 04-07-2026, 07:06 WIB
Bobol Cape Verde, Messi Cetak Gol di 8 Laga Beruntun di Piala Dunia
Sabtu / 04-07-2026, 07:01 WIB
Kronologi Drama Sarwendah vs Ruben Onsu Berebut Hak Asuh Anak
Sabtu / 04-07-2026, 07:01 WIB
Messi Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia Usai Bobol Gawang Cape Verde
Sabtu / 04-07-2026, 07:01 WIB
Deroy Duarte Samakan Skor, Argentina vs Cape Verde 1-1
Sabtu / 04-07-2026, 07:01 WIB
Usai Lampung, Jokowi Blusukan ke Jateng Pertengahan Juli
Sabtu / 04-07-2026, 07:01 WIB
Australia Tersingkir, Wakil Asia Habis di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 07:01 WIB
KPK Tetapkan Bupati Langkat Syah Afandin Tersangka Suap Proyek
Sabtu / 04-07-2026, 07:00 WIB
Daftar 21 Penyakit Tak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Sabtu / 04-07-2026, 07:00 WIB
Pesta Taylor Swift-Travis Kelce Dimulai, Lalin Sekitar MSG Dibuka
Sabtu / 04-07-2026, 07:00 WIB
Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah di Madison Square Garden
Sabtu / 04-07-2026, 07:00 WIB
Mazara del Vallo Atur Lalu Lintas untuk Festival Madonna del Paradiso
Sabtu / 04-07-2026, 06:56 WIB






