Kasus penyekapan tiga karyawan percetakan di Jakarta Pusat memasuki babak baru. Pemilik percetakan yang telah ditetapkan sebagai tersangka kini melaporkan balik ketiga mantan karyawannya.

Laporan tersebut diterima Polres Metro Jakarta Pusat dan sedang diproses penyidik. Ketiga mantan karyawan dilaporkan atas dugaan penggelapan dalam jabatan, penggelapan, dan pencurian.

>>> Komdigi Tutup Jalur Registrasi SIM Card Pakai NIK, Wajib Biometrik

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan laporan diajukan dengan melampirkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV.

Pelapor menuduh ketiga karyawan berinisial T, MR, dan AS melakukan tindak pidana tersebut.

Penyidik menegaskan laporan akan diproses sesuai hukum. Polisi akan memeriksa alat bukti dan meminta keterangan para pihak.

Sebelumnya, tiga karyawan ditemukan disekap selama tiga pekan di bangunan percetakan Jakarta Pusat. Mereka diduga disekap karena dituduh mencuri plat besi perusahaan.

Saat ditemukan, para korban dalam kondisi terpasung dan tangan diikat. Polisi telah menetapkan tujuh tersangka, termasuk pemilik percetakan yang diduga otak penyekapan.

>>> Cape Verde Tak Gentar Hadapi Argentina dan Messi di Piala Dunia 2026

Said Iqbal Soroti Upah Rp500 Ribu

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, menyoroti dugaan pelanggaran ketenagakerjaan. Setelah mengunjungi korban Tegar, ia menemukan dugaan perlakuan tidak manusiawi.

Menurut Said, para pekerja diduga diarak, disekap, dirantai, dan tidak diberi makan tiga hari. Ia menilai itu bentuk main hakim sendiri.

Ia juga menyoroti upah korban yang hanya Rp500.000. Mereka tidak mendapat pembayaran lembur dan jam kerja tidak teratur.

Said menilai ada dugaan pelanggaran serius aturan ketenagakerjaan. Meski status perusahaan belum pasti, ia menegaskan pekerja berhak atas upah layak.

>>> Rating Pemain Portugal vs Kroasia: Ronaldo Cetak Gol, tapi Rafael Leao yang Terbaik

Penyidik memastikan penanganan perkara penyekapan dan laporan dugaan pencurian dilakukan terpisah. Kedua perkara akan diproses profesional berdasarkan alat bukti.