Kroasia harus tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 2-1 dari Portugal pada babak 32 besar. Pertandingan yang berlangsung sengit itu diwarnai kontroversi keputusan VAR.

Tim asuhan Zlatko Dalic sebenarnya sempat mencetak gol di menit-menit akhir melalui Josko Gvardiol. Namun, gol tersebut dianulir setelah VAR mendeteksi offside menggunakan teknologi bola berchip.

>>> Menlu Iran Sebut Israel 'Hewan Peliharaan' AS, Ancang-ancang Ambil Langkah Sendiri

Sistem mendeteksi adanya sentuhan Igor Matanovic saat Mario Pasalic sudah dalam posisi offside. Data dari chip di dalam bola menjadi dasar pembatalan gol.

Kritik Pelatih Kroasia terhadap Teknologi VAR

Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, melontarkan kritik pedas terhadap penggunaan VAR. Menurutnya, teknologi justru menghilangkan esensi dan emosi dalam sepak bola.

"Anda dapat melihat sejauh mana emosi benar-benar telah dimatikan. Keputusan seperti ini membawa Anda mundur dan menghilangkan kegembiraan dari sepak bola," ujar Dalic dikutip dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa VAR memang bisa membantu, tetapi juga membunuh emosi di lapangan. "Tidak mudah menerima semua ini," katanya.

>>> Umuh Muchtar Berharap Mariano Peralta Segera Gabung Persib

Teknologi bola berchip menjadi sorotan utama sepanjang Piala Dunia 2026. Sistem ini mampu mendeteksi sentuhan bola secara presisi untuk membantu keputusan offside.

Sebelumnya, teknologi serupa juga digunakan saat gol Swedia ke gawang Tunisia dianulir, lalu disahkan setelah data chip menunjukkan sentuhan tipis dari Alexander Isak.

Dukungan Pelatih Portugal untuk Keputusan VAR

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai keputusan VAR sudah benar karena didasarkan pada bukti teknologi yang objektif.

"Bola sekarang memiliki chip dan datanya sangat akurat, itulah mengapa VAR turun tangan. Tidak ada penilaian subjektif," jelas Martinez.

>>> Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Aipda Yudhie yang Gugur

Ia memahami kekecewaan Kroasia, tetapi menegaskan tidak ada kesalahan dalam proses pengambilan keputusan. "Teknologi membantu membuat keputusan yang benar," pungkasnya.