Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Aipda Yudhie yang Gugur
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada Aipda Yudhie Perdana Putra, anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang meninggal dunia saat menjalankan tugas.
Kenaikan pangkat itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum ketika bertugas melawan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.
>>> Fosil Dinosaurus Pertama Antartika Teridentifikasi Setelah 40 Tahun di Laci
"Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi Almarhum dan memberikan kenaikan pangkat luar biasa," ujar Sigit kepada wartawan, Jumat (3/7).
Kapolri juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum.
"Mewakili institusi saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap anggota yang telah gugur dalam melaksanakan tugasnya dan juga seluruh keluarga besar Almarhum," jelasnya.
Kronologi Peristiwa
Peristiwa terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penyelidikan mengarah kepada target berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika.
>>> Satgas PRR Ungkap Alasan Dana Stimulan Renovasi Rumah Perlu Naik
Sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.
Tim dibagi menjadi dua kelompok: satu melakukan penindakan di rumah target, dan satu lagi bersiaga sebagai pendukung.
Target berhasil diamankan, namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan parang.
Massa terus bertambah dan menyerang dengan senjata tajam serta senjata api rakitan. Personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan.
Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di hutan.
>>> Honda Monkey 2026 Hadir dengan Warna Baru, Harga Rp88 Juta
Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Update Terbaru
Biohacker Gagal Operasi Lobster untuk Kendalikan AI, Akhirnya Mati
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Roman Safiullin Kalahkan Joao Fonseca di Wimbledon, Lolos ke Babak Keempat
Jumat / 03-07-2026, 20:06 WIB
Nasib Aktor China Xu Peng Berubah Drastis gegara AI, Kini Jual Sayur di Pasar
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Film G.I. Joe ala Danny McBride Dikabarkan Mulai Syuting Tahun Depan
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Apakah Konsol Generasi Baru Masih Dibutuhkan?
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Otoritas Tasmania Peringatkan Publik Jaga Jarak dari Neil si Anjing Laut
Jumat / 03-07-2026, 20:01 WIB
Iran Gelar Pemakaman Enam Hari untuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ocasio-Cortez Dukung Abdul El-Sayed di Pemilihan Senat Michigan
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Ohio Laporkan 177 Kasus Parasit Cyclosporiasis di 43 Wilayah
Jumat / 03-07-2026, 20:00 WIB
Arus Masuk ETF Bitcoin Spot AS Tembus 200 Juta Dolar per Hari
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
Laporan Guardian Ungkap Kesenjangan Nyeri Berdasarkan Etnis, Ini Solusinya
Jumat / 03-07-2026, 19:57 WIB
ITSB Pacu Transformasi Menuju Research University, Targetkan 2.500 Mahasiswa Akhir 2026
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Cara Investasi Reksadana untuk Pemula 2026: Modal Mulai Rp 10.000
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB
Setelah Pakai Galaxy Z Flip 7, Saya Tak Akan Beli Flip 8 Jika Samsung Tak Perbaiki Ini
Jumat / 03-07-2026, 19:56 WIB






