Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait sikap Israel.

Ia menuntut AS mengontrol Israel dan mematuhi nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati dengan Iran.

>>> Umuh Muchtar Berharap Mariano Peralta Segera Gabung Persib

Dalam pernyataannya, Araghchi menyebut Israel sebagai 'hewan peliharaan' AS. Ia mengancam jika Presiden Donald Trump tidak mampu mengendalikan Israel, Iran akan mengambil tindakan sendiri.

“Syarat-syarat MoU Islamabad sangat jelas dan terbuka untuk dilihat semua orang.

Presiden AS [Trump] telah berkomitmen untuk membungkam hewan peliharaannya di Tel Aviv,” tulis Araghchi di akun X-nya, dikutip dari Pars Today.

Pernyataan ini merupakan respons atas ucapan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Pekan ini Katz menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamanei, menjadi target pembunuhan.

>>> Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Aipda Yudhie yang Gugur

Katz juga menegaskan Israel tidak akan membiarkan Iran mengembangkan senjata nuklir, meskipun Teheran telah mencapai kesepakatan dengan AS.

Araghchi menegaskan Iran tidak akan ragu menyerang Israel jika mereka tidak mematuhi perintah AS. “Jika mereka [Israel] mengabaikan tuannya, Iran akan memberi mereka pelajaran.

Setiap ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan kami akan menerima tanggapan kuat dan segera,” tulisnya.

AS dan Iran dilaporkan akan menggelar putaran pembicaraan lanjutan di Doha, Qatar, pada Juli ini.

>>> Fosil Dinosaurus Pertama Antartika Teridentifikasi Setelah 40 Tahun di Laci

Sumber di Pakistan, yang bertindak sebagai mediator, menyebut negosiasi kemungkinan berlangsung pada minggu ketiga Juli untuk mempercepat implementasi MoU Islamabad.