Survei: Makin Banyak Warga Singapura Jadi Ateis
Tren penduduk tanpa afiliasi agama di Singapura terus meningkat. Data terbaru dari Departemen Statistik Singapura (SingStat) menunjukkan lonjakan signifikan pada 2025.
Berdasarkan Survei Rumah Tangga Umum 2025 yang dirilis pada Selasa (30/6), sekitar satu dari empat penduduk Singapura tidak memiliki afiliasi agama.
>>> iQOO Z11i Resmi Meluncur: Layar 120Hz dan Baterai 6500mAh
Angka ini naik tajam dibandingkan 2020 yang hanya satu dari lima penduduk.
Melansir Strait Times, proporsi penduduk tanpa agama mencapai 23,9 persen pada 2025, naik dari 20 persen pada 2020.
Pada 2010, angkanya masih 17 persen.
Peningkatan 3,9 poin persentase pada kelompok non-agama merupakan perubahan paling signifikan dalam data keagamaan di Singapura.
Survei juga mencatat penurunan umum dalam proporsi penduduk yang mengidentifikasi diri dengan Buddhisme, Taoisme, Kristen, dan Islam di kalangan usia 15 tahun ke atas.
Satu-satunya agama yang melawan tren adalah Hindu, yang tumbuh dari 5 persen menjadi 5,4 persen. Survei terakhir dirilis pada 2015.
>>> 6 Bunga Pembawa Rezeki dan Keberuntungan, Cocok untuk Ditanam di Rumah
Komposisi agama di Singapura berdasarkan survei tersebut: 30,9 persen Buddha, 7,3 persen Taois, 17,1 persen Kristen, 15 persen Muslim, dan 5,4 persen Hindu.
Penduduk yang lebih muda cenderung lebih tidak beragama.
Sekitar 26,8 persen dari usia 15-24 tahun tidak memiliki afiliasi agama, dibandingkan 19,4 persen pada usia 55 tahun ke atas.
Peningkatan paling signifikan terjadi pada kelompok usia 35-44 tahun, naik 6,7 poin persentase dari 22,3 persen pada 2020 menjadi 29 persen pada 2025.
Jumlah penduduk tidak beragama juga meningkat pesat di kalangan warga Tionghoa, dari sekitar satu dari empat pada 2020 menjadi sekitar satu dari tiga pada 2025.
Di antara etnis Tionghoa, Buddhisme tetap menjadi agama yang paling umum dipraktikkan. Sementara itu, di kalangan warga Melayu, proporsi Muslim hampir universal pada 98,6 persen pada 2025.
>>> 4 Skincare untuk Pudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat, Rekomendasi Dokter Estetika
Hindu masih menjadi agama yang paling umum di antara warga India dengan 58,8 persen.
Update Terbaru
AS Perketat Larangan Kembang Api saat Risiko Kebakaran Hutan Ancaman Hari Kemerdekaan
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Tingkat Vaksinasi Campak Texas Naik Tipis, Masih di Bawah Target Imunitas
Jumat / 03-07-2026, 12:46 WIB
Australia Siapkan Penyesuaian Taktik Hadapi Mesir di Babak 32 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
Jesy Nelson Kampanyekan Skrining Bayi Baru Lahir Usai Diagnosis Kembarannya
Jumat / 03-07-2026, 12:43 WIB
LPEI Buka Akses UKM ke Kanada, Raih Kontrak Ekspor Rp3,4 Miliar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027 untuk Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Keluarga Dokter Icha Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
KPK Tangkap Bupati Langkat, 1 ASN, dan 5 Swasta dalam OTT
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
Swiss Sikat Aljazair 2-0, Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 12:42 WIB
BRIN Kembangkan PLTGL Multi-Ruang untuk Elektrifikasi Wilayah 3T
Jumat / 03-07-2026, 12:41 WIB
Debu Kapur Selimuti Cipatat, Dinkes Bandung Barat Turunkan Tim
Jumat / 03-07-2026, 12:41 WIB
British Museum Hapus Kata Palestina Usai Dilobi Pendukung Israel
Jumat / 03-07-2026, 12:41 WIB
Link Download Modul Ajar RPP Kurikulum Merdeka SD SMP 2026/2027 Gratis
Jumat / 03-07-2026, 12:36 WIB
Luis de la Fuente Puji Kualitas Mikel Oyarzabal yang Sempat Diragukan
Jumat / 03-07-2026, 12:35 WIB






