Debu putih serupa salju menyelimuti kawasan Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu terakhir.

Partikel kecil dari debu kapur itu menempel di permukaan kulit, kaca mobil, dan helm pengendara motor. Warga khawatir dampak kesehatan akibat paparan terus-menerus.

>>> British Museum Hapus Kata Palestina Usai Dilobi Pendukung Israel

Plt Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N Sukandar mengatakan pihaknya sudah menerjunkan tim surveilans untuk mengecek kondisi kesehatan warga di sekitar sumber paparan.

"Menindaklanjuti fenomena polusi debu, tim sudah turun mengidentifikasi keluhan di warga. Sehingga apabila ada yang terdampak, bisa langsung ditindaklanjuti," kata Lia, Kamis (2/7).

Warga paling sering mengeluhkan sesak, batuk, tenggorokan gatal, flu, mata perih, hingga gatal-gatal. Potensi gangguan lebih tinggi pada pengidap asma.

"Buat yang punya asma dan paru, pasti lebih mudah kambuh karena paparan debunya lumayan intens. Makanya kita arahkan warga untuk rutin memeriksakan diri," ujar Lia.

>>> Link Download Modul Ajar RPP Kurikulum Merdeka SD SMP 2026/2027 Gratis

Sanksi untuk Perusahaan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB menjatuhkan sanksi administratif terhadap satu perusahaan pengolahan batu kapur. Sanksi itu berdasarkan hasil pemeriksaan beberapa hari sebelumnya.

Perusahaan diwajibkan memperbaiki dokumen lingkungan, mengurangi kapasitas produksi, dan memasang alat pengendali emisi.

"Perusahaan belum memiliki sistem pengendalian emisi yang memadai sehingga debu berpotensi lepas ke udara," kata Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup DLH KBB, Adhi Setyowibowo.

>>> Luis de la Fuente Puji Kualitas Mikel Oyarzabal yang Sempat Diragukan

Selama belum memasang suction system atau exhaust, kapasitas produksi harus dikurangi. Partikel halus telah beterbangan hingga keluar kawasan industri dan mencemari lingkungan sekitar.