British Museum menghapus kata 'Palestine' (Palestina) dan 'Palestinian' (warga Palestina) dari koleksi mereka setelah dilobi pendukung Israel selama berbulan-bulan.

Namun, British Museum membantah telah melakukan penghapusan itu.

>>> Link Download Modul Ajar RPP Kurikulum Merdeka SD SMP 2026/2027 Gratis

"Telah dilaporkan bahwa British Museum telah menghapus istilah Palestina dari pajangan," kata juru bicara kepada Middle East Eye, Kamis (2/7).

"Itu sama sekali tidak benar. Kami terus menggunakan istilah Palestina di berbagai galeri, baik kontemporer maupun historis," imbuh dia.

Perubahan Teks dan Peta

Museum ini sempat menuai kritik tajam setelah mengubah teks penjelasan soal bangsa dinasti Hyksos yang mulanya disebut berasal dari Palestina diganti dengan berasal dari Kanaan.

Mereka juga menghapus kalimat 'Israeli occupation' (Pendudukan Israel kuno) karena dianggap mengandung muatan politis.

Selain itu, British Museum mengubah peta modern di bagian pintu masuk galeri Levant Kuno dari kata 'Palestina Modern' dihapus dari daftar negara dan diganti dengan nama wilayah Gaza dan Tepi Barat.

British Museum saat itu membela diri bahwa perubahan dilakukan sebagai bagian uji coba audiens apakah kata itu netral dan dipahami.

Namun, investigasi Middle East Eye menemukan hal yang berbeda. Museum tak pernah melakukan uji coba atau riset terhadap audiens.

Saat dimintai data hasil riset itu mereka mengatakan tak punya.

Desakan dari Pendukung Israel

MEE melaporkan penghapusan kata Palestina dilakukan karena desakan dari pendukung Israel termasuk kelompok pengacara pro-Israel di Inggris (UKLFI).

MEE menganalisis dua set email internal yang sudah banyak disensor dan mencocokkan dengan pengaduan daring untuk mengidentifikasi beberapa aktivis dan tokoh publik yang melobi museum tersebut.