Ilmuwan Klaim Berhasil Ciptakan Sel dari Nol untuk Pertama Kalinya
Para ilmuwan mengaku berhasil menciptakan sel buatan dari nol untuk pertama kalinya. Sel ini mampu menyerap nutrisi, tumbuh, dan membelah diri layaknya sel alami.
Kate Adamala, pakar biologi sintetis sekaligus profesor Universitas Minnesota, bersama timnya merakit sel ini bagian demi bagian menggunakan komponen kimia mati.
>>> Comeback Belgia Catat Rekor Baru di Piala Dunia 2026
Meski masih berupa prototipe, temuan ini dapat membantu memahami asal-usul kehidupan.
Sel buatan ini bersifat umum, bukan sel tumbuhan maupun hewan, dan bentuknya paling mirip dengan bakteri sederhana.
Adamala menamainya SpudCell, plesetan dari Sputnik, satelit Rusia yang memulai era penjelajahan antariksa.
Terdiri dari Ratusan Molekul
SpudCell terdiri dari 150 hingga 200 molekul yang dapat menyerap nutrisi, tumbuh, dan membelah diri hingga sekitar lima generasi.
Struktur ini jauh lebih sederhana dibanding sel biologis asli yang memiliki jutaan molekul.
Setiap generasi membutuhkan asupan nutrisi dan waktu sekitar 12 jam untuk membelah diri pada suhu 30 derajat Celsius.
Sebagai perbandingan, bakteri E. coli dapat membelah diri setiap 30 menit.
Genom sel sintetis ini juga jauh lebih kecil, dengan 90.000 pasang basa. Meskipun dapat membelah diri, mekanismenya berbeda dari sel alami.
>>> Kuasa Hukum Jokowi Minta Sidang Kasus Ijazah Digelar Terbuka
Sel alami menggunakan sitoskeleton, sementara SpudCell memproduksi protein yang menumpuk di membran sehingga memaksa dinding sel terbelah. SpudCell juga tidak mampu membuat ribosom sendiri, melainkan menggunakan ribosom E.
coli yang diperoleh dari nutrisi.
Terobosan Baru
Menurut para peneliti, salah satu pencapaian utama adalah menunjukkan bahwa sel sintetis ini tunduk pada seleksi alam.
Ketika perubahan genetik yang meningkatkan produksi protein pertumbuhan dimasukkan, sel yang membawa sifat tersebut tumbuh dan membelah lebih cepat.
Namun, karena perubahan ini sengaja dimasukkan dan bukan mutasi spontan, SpudCell belum bisa dikatakan berevolusi.
Adamala mengatakan, karena dibangun dari nol, ilmuwan dapat merekayasa sistem pengaman untuk mencegah risiko jika terlepas ke lingkungan.
Yuval Elani, profesor teknologi biokimia di Imperial College London yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut pencapaian ini sebagai kemajuan nyata.
>>> Dua Gol Harry Kane Bawa Inggris Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
"Membangun sel dari nol berarti kita tidak lagi terikat oleh batasan evolusi biologi alami," ujarnya.
Update Terbaru
Cara Pre-order GTA 6 di Australia: Bundel, Diskon, dan Waktu Pengiriman
Kamis / 02-07-2026, 11:57 WIB
Edmonton Oilers Rekrut Frederik Andersen dengan Kontrak Satu Tahun
Kamis / 02-07-2026, 11:56 WIB
Dodgers Panggil Charlie Barnes, Kirim Wyatt Mills ke Minor
Kamis / 02-07-2026, 11:56 WIB
Qatar Kirim Personel Ahli dan Keamanan untuk Dukung Piala Dunia 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:56 WIB
FCC Setujui Rencana Lelang Spektrum Upper C Band untuk 5G
Kamis / 02-07-2026, 11:55 WIB
Istri Bupati Kuansing Dipulangkan KPK Usai OTT, Status Saksi
Kamis / 02-07-2026, 11:55 WIB
9 Kota di Dunia Ini Menerapkan Pajak Turis Lebih Tinggi pada 2026
Kamis / 02-07-2026, 11:55 WIB
Kate Middleton Dorong William Temui Harry di Inggris
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
Akademisi Kritik Stiker Larangan Beli BBM bagi Penunggak Pajak Motor
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
INA Catat Dana Kelolaan Investasi Capai Rp146,2 Triliun per 2025
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
Peneliti Temukan Rute 153 Hari ke Mars, Ilmuwan Dorong Pertahanan Planet
Kamis / 02-07-2026, 11:50 WIB
Anak Laki-Laki di Kanada Meninggal Akibat Rabies Setelah Terpapar Kelelawar
Kamis / 02-07-2026, 11:49 WIB
VAURA Pilates Resmi Buka Studio Pertama di Indonesia, Target Pasar Wellness Premium
Kamis / 02-07-2026, 11:49 WIB
Lukaku Akui Takut Eksekusi Penalti saat Belgia Comeback Kalahkan Senegal
Kamis / 02-07-2026, 11:49 WIB






