Studi Ungkap Pembatasan Asam Amino Isoleusine Bisa Perlambat Penuaan

Sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Cell Metabolism mengungkapkan bahwa pembatasan asupan isoleusine dalam makanan dapat memperlambat proses penuaan pada tikus.
Isoleusine adalah salah satu dari tiga asam amino rantai cabang esensial yang penting untuk pembentukan protein dalam tubuh.
>>> HONOR Magic V6: Ponsel Lipat Paling Inovatif yang Bisa Dibeli
Tubuh manusia tidak dapat memproduksinya sendiri, sehingga harus diperoleh dari makanan seperti daging, ikan, telur, produk susu, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Eksperimen pada Tikus
Para peneliti menggunakan tikus berusia sekitar enam bulan—setara dengan manusia berusia 30 tahun—dan membaginya menjadi tiga kelompok dengan pola makan berbeda: asupan isoleusine normal, asupan isoleusine rendah, dan kelompok kontrol lainnya.
Hasilnya mengejutkan: tikus yang menjalani diet rendah isoleusine justru mengonsumsi lebih banyak kalori, namun membakar lebih banyak energi dan mempertahankan berat badan lebih rendah tanpa perubahan aktivitas fisik.
Pada tikus jantan, diet ini juga mengurangi pembesaran prostat terkait usia dan menurunkan risiko tumor kanker.
Implikasi bagi Manusia
Dr. Dudley Lamming, peneliti metabolisme di University of Wisconsin, menekankan bahwa temuan ini belum bisa langsung diterapkan pada manusia.
>>> Cara Aktifkan DANA Cicil, Fitur Pinjaman Digital Tanpa Ribet
"Kita tidak bisa begitu saja menerapkan diet rendah isoleusine pada semua orang," ujarnya.
Nutrisi manusia melibatkan interaksi kimia yang kompleks, dan pembatasan protein secara umum dapat menimbulkan efek kesehatan yang merugikan.
Para peneliti kini mempertimbangkan pendekatan farmasi, seperti obat yang memblokir isoleusine.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat dan memahami variasi antar individu serta perbedaan antara pria dan wanita.
>>> Dosen Brown University Temukan Kecurangan AI Terbesar di Ivy League
Penemuan ini membuka wawasan baru dalam pemahaman tentang penuaan dan berpotensi merevolusi upaya memperpanjang usia manusia di masa depan.
Update Terbaru
Anggota DPR AS Mike Lawler Makian Keras soal Kebijakan Sanctuary City
Rabu / 01-07-2026, 04:22 WIB
Viral Video Lawas Maradona Ramal Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Carlo Ancelotti Khawatirkan Kondisi Paquetá dan Casemiro Jelang Lawan Norwegia
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
California Tak Melarang Ban Performa, Tapi Aturan Baru Bisa Batasi Pilihan Konsumen
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Daftar 5 Tim Tersingkir di 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Haaland Ukir Rekor Fantastis usai Cetak Gol di 32 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Babak Pertama Berjalan
Rabu / 01-07-2026, 04:21 WIB
Mahasiswa Unisa Yogya Viral Pakai Busana Wanita, Masuk WC Mahasiswi
Rabu / 01-07-2026, 04:20 WIB
Puella Magi Madoka Magica: Walpurgisnacht Rising Rilis Trailer Utama, Tayang Agustus 2026
Rabu / 01-07-2026, 04:20 WIB
11 Arc Anime Paling Menyedihkan yang Akan Memecahkan Hatimu
Rabu / 01-07-2026, 04:20 WIB
Takopi's Original Sin Raih Penghargaan Jury Award di Annecy 2026
Rabu / 01-07-2026, 04:19 WIB
Witch Hat Atelier Season 2 Dikonfirmasi, Crunchyroll Kembali Streaming
Rabu / 01-07-2026, 04:18 WIB
Korps Marinir AS Resmi Bentuk Bidang Karier Pramuka Baru Mulai Oktober
Rabu / 01-07-2026, 04:18 WIB
Apple Lobi Pemerintah AS agar Bisa Beli Chip RAM dari China CXMT
Rabu / 01-07-2026, 04:05 WIB






