Anime tidak selalu tentang hiburan.

Beberapa arc cerita mampu membawa penonton ke dalam dunia yang penuh emosi, di mana setiap episode meninggalkan kesan mendalam.

>>> Takopi's Original Sin Raih Penghargaan Jury Award di Annecy 2026

Arc dari seri seperti Fullmetal Alchemist: Brotherhood dan Naruto menampilkan kehilangan yang menghancurkan hati, tetap dikenang bahkan bertahun-tahun setelah cerita berakhir.

Saat segalanya tampak baik-baik saja, anime sering menghadirkan tragedi emosional yang mengubah jalan cerita dan pengalaman penonton.

Berikut adalah 11 arc anime paling menyedihkan sepanjang masa.

1. Chimera Ant Arc (Hunter x Hunter)

Arc Chimera Ant dianggap sebagai salah satu alur cerita paling emosional dalam sejarah anime. Hampir 60 episode menggabungkan aksi, drama psikologis, dan tema kemanusiaan.

Momen paling mengharukan berpusat pada Gon Freecss. Kematian Kite mengubahnya dari anak ceria menjadi seseorang yang dikendalikan amarah dan kesedihan.

Hubungan antara Meruem dan Komugi juga menjadi inti emosional. Meruem, raja kejam, belajar tentang kasih sayang melalui permainan Gungi dengan Komugi yang buta.

Akhir mereka bersama adalah salah satu adegan paling tak terlupakan. Meruem memilih menghabiskan waktu terakhir di samping Komugi, bukan mencari kekuasaan.

2. Pain Assault Arc (Naruto: Shippuden)

Kematian Jiraiya adalah salah satu momen paling menyedihkan di Naruto: Shippuden. Ia tidak mati untuk menang, melainkan untuk mengirim pesan terakhir ke Konoha.

Arc ini juga mengeksplorasi hubungan Naruto dengan Nagato (Pain), yang sama-sama murid Jiraiya namun memilih jalan berbeda.

Naruto memilih melanjutkan keyakinan Jiraiya daripada membalas dendam, menunjukkan bahwa menghormati warisan seseorang lebih sulit daripada balas dendam.

3. Ishvalan War Arc (Fullmetal Alchemist: Brotherhood)