Kemhan Ungkap Alasan Calon Pengelola Kopdes Dapat Pelatihan Militer
Kementerian Pertahanan (Kemhan) angkat bicara mengenai pemberian pelatihan dasar militer kepada peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyatakan bahwa nilai-nilai kemiliteran sangat baik untuk membentuk karakter para calon pengelola koperasi dan kampung nelayan.
>>> Prediksi Inggris vs RD Kongo di 32 Besar Piala Dunia 2026
Salah satu nilai penting yang diajarkan adalah disiplin. "Karena manajer ini nanti di lapangan juga dibutuhkan manajer-manajer yang bagus juga.
Jangan sampai nanti manajernya nggak bisa melaksanakan tugasnya, enggak bisa memimpin anak buahnya," kata Donny di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/7).
Donny menambahkan bahwa pembinaan karakter melalui lembaga pendidikan TNI bukanlah hal baru.
Banyak kementerian dan perusahaan swasta yang mengirim pegawainya ke pusat pendidikan TNI atau Pusat Bela Negara Kemhan untuk meningkatkan kualitas SDM.
"Nilai-nilai itu yang ingin didapatkan oleh para direktur-direktur dari perusahaan-perusahaan tersebut.
Kan tentunya direktur juga akan senang juga kalau punya pegawai-pegawai yang disiplin, tepat waktu, punya integritas tinggi dan lain sebagainya.
Itulah yang diharapkan," ujarnya.
Revisi Latihan Usai Insiden Kematian
Kemhan telah merevisi konsep latihan setelah lima peserta meninggal dunia. Kegiatan tersebut kini tidak lagi ditekankan sebagai latihan dasar militer, melainkan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
"Semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Donny.
>>> PN Jaktim Larang Pengunjung Live Streaming Sidang Dokter Tifa
Dengan revisi itu, para peserta tidak lagi mendapat pelajaran terkait senjata atau taktik militer.
Update Terbaru
AVPN Luncurkan Strategi Baru untuk Mobilisasi Modal bagi Transformasi Sosial dan Lingkungan Asia
Rabu / 01-07-2026, 20:22 WIB
Allpack Surabaya 2026 Digelar 4 Hari, Hadirkan Inovasi Kemasan Lokal dan Global
Rabu / 01-07-2026, 20:21 WIB
Victor Willis, Vokalis Village People, Meninggal di Usia 74
Rabu / 01-07-2026, 20:21 WIB
Water Bombing Belum Berdampak, Api di TPA Jatiwaringin Masih Berkobar
Rabu / 01-07-2026, 20:21 WIB
Kemendag Minta PLN Penuhi Hak Konsumen Terdampak Mati Lampu
Rabu / 01-07-2026, 20:21 WIB
Wamendagri Dorong Optimalisasi Tata Kelola Dana Otsus Papua Lewat 5T
Rabu / 01-07-2026, 20:21 WIB
Malaysia Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, RON97 Jadi RM4 per Liter
Rabu / 01-07-2026, 20:21 WIB
Hong Myung-bo Ditolak Restoran hingga Kena Ancaman Pembunuhan usai Korsel Tersingkir
Rabu / 01-07-2026, 20:20 WIB
Bupati Kuansing Minta 'Mahar' Land Cruiser Rp2 M untuk Jabatan Sekda
Rabu / 01-07-2026, 20:20 WIB
KPK Temukan Land Cruiser yang Diduga Jadi 'Mahar' Jabatan Sekda Kuansing
Rabu / 01-07-2026, 20:20 WIB
Mohamed Salah Cedera, Lini Pertahanan Australia Ogah Lengah di Laga Hidup Mati Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 20:15 WIB
Baek Ji Young Buka Suara soal Tuntut Balik Komentar Jahat
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
VW Dikabarkan Kembali Pertimbangkan Jual Lamborghini dan Ducati
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB
BPOM Temukan Obat Palsu Codrela dan Trivam Fliege, Mengandung Bahan Keras
Rabu / 01-07-2026, 20:14 WIB






