Banyak orang percaya tingkat kecerdasan seseorang akan terus menurun seiring bertambahnya usia. Namun, benarkah demikian?

Tingkat kecerdasan sering diukur melalui skor intelligence quotient (IQ). Skor ini dianggap sebagai indikator kemampuan kognitif seseorang.

>>> Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Belum Masuk Kategori Penyiksaan Menurut Konvensi PBB

Tes IQ menilai berbagai kemampuan, seperti mengingat, mempelajari informasi, penalaran abstrak, dan pemrosesan visual-spasial. Pertanyaannya, apakah IQ akan berubah seiring pertambahan usia?

Jawabannya, tidak selalu demikian.

Jika Anda melakukan tes IQ saat berusia 18 tahun, hasil tes sepuluh tahun kemudian kemungkinan besar akan sangat mirip.

Ahli kecerdasan dari Yale University, Alan Kaufman, menjelaskan bahwa IQ selalu dihitung relatif terhadap usia seseorang.

"Orang berusia 25 tahun dibandingkan dengan orang berusia 25 tahun akan sama seperti orang berusia 50 tahun yang dibandingkan dengan usia 50 tahun lainnya," ujarnya.

>>> Ole Romeny Berpotensi Satu Tim dengan Justin Hubner di Fortuna Sittard

Pakar psikologi Meiran Nachshon juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, skor IQ relatif stabil pada seseorang karena menunjukkan posisi relatif individu terhadap rata-rata.

Kapan IQ Memuncak?

Ada dua jenis kecerdasan yang sering dipelajari, yaitu kecerdasan fluid dan kecerdasan kristal. Kecerdasan fluid mencerminkan kemampuan memecahkan masalah yang umumnya tidak diajarkan di sekolah.

Sementara kecerdasan kristal mengukur pembelajaran dan pemecahan masalah yang bersifat akademik. Keduanya menunjukkan pola yang berbeda seiring bertambahnya usia.

Kecerdasan kristal umumnya memuncak pada usia 35-44 tahun dan mulai menurun perlahan setelah usia 45 tahun.

>>> Bek Timnas Indonesia Tim Geypens Dikabarkan Gabung Bali United

Sedangkan kecerdasan fluid, menurut Kaufman, mencapai puncak pada usia 20-24 tahun dan menurun secara bertahap setelahnya.