Gelombang panas ekstrem yang melanda Jerman menyebabkan rel trem di sejumlah titik meleleh. Suhu di beberapa wilayah mencapai 41,5 derajat Celsius.

Di kota Leipzig, operasi trem dihentikan sementara setelah rel melepuh akibat suhu tinggi. Penghentian berlaku setidaknya hingga Senin (29/6) pagi waktu setempat.

>>> Perbandingan Harga BBM Terbaru BP dan Shell per 1 Juli

Seorang pengguna media sosial X mengunggah video yang menunjukkan kondisi rel trem yang meleleh. "Panas ekstrem melelehkan perekat aspal dan beton.

Ini meresap ke dalam rel trem dan mengeras, membuat operasi trem tidak aman," tulisnya.

Menurut catatan cuaca, suhu di Leipzig pada 24-26 Juni berkisar antara 35 hingga 40 derajat Celsius. Pekan lalu, beberapa wilayah Jerman mencatat suhu di atas 41 derajat Celsius.

Pada Sabtu, suhu mencapai 41,5 derajat Celsius di Drewitz, Saxony-Anhalt. Angka yang sama terulang pada Minggu di Bad Muskau, Saxony.

>>> Prabowo Beri Pangkat Kehormatan kepada Mantan Ajudan Bung Karno

Sehari sebelumnya, Kota Saarbrücken mencatat 41,3 derajat Celsius.

Jerman, Prancis, dan Polandia termasuk negara Eropa yang dilanda cuaca panas ekstrem.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 kematian akibat gelombang panas di Eropa sejak Juni.

>>> Kemenperin Akui Insentif Kendaraan Listrik Belum Ada Kepastian

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut gelombang panas sebagai pembunuh diam-diam. Ia menambahkan bahwa fasilitas di Eropa, seperti sekolah dan perkantoran, tidak dirancang untuk suhu ekstrem.