Semut Beludru, Cacing, dan Belut Juga Punya Jurus Selamat

Semut beludru (sebenarnya tawon dari famili Mutillidae) mampu bertahan hingga 20 menit di dalam perut kodok, cukup lama untuk memicu regurgitasi.

Cacing nematomorf yang memanipulasi inang serangga dapat melarikan diri melalui mulut atau insang predator yang memakan inangnya. Hal ini ditunjukkan dalam studi yang diterbitkan di Nature pada 2006.

Di kalangan vertebrata, belut Jepang muda (Anguilla japonica) teramati aktif meloloskan diri setelah ditelan.

Sementara itu, beberapa siput pasif melewati sistem pencernaan burung dan keluar tanpa cedera melalui kotoran.

Perjalanan tak sengaja ini bahkan membantu siput menjajah wilayah baru yang sebelumnya tidak terjangkau.

Menurut Sugiura, yang penelitiannya diterbitkan di Scientific Reports, perilaku seperti ini mungkin lebih umum daripada yang diperkirakan, hanya sulit diamati di alam liar.

Sarah Hermann, ekolog dari Penn State University, menambahkan bahwa pelarian spektakuler ini memaksa kita memikirkan ulang arti 'dimakan'.

>>> Link Download Logo HUT ke-81 RI 2026 Lengkap dengan Pedomannya

Predasi tidak selalu menjadi akhir bagi mangsa; kadang menjadi awal tarian evolusi antara dua spesies.