Selain mudah patah, sebagian anak dengan OI juga memiliki tungkai yang membengkok. Ini terjadi karena tulang tidak cukup kuat menopang pertumbuhan tubuh.

Penanganan OI membutuhkan pendekatan multidisiplin, tidak hanya dokter ortopedi.

Pasien juga memerlukan dokter endokrin anak, dokter tumbuh kembang, dokter gizi, dokter rehabilitasi medik, serta terapi obat untuk meningkatkan kekuatan tulang.

Anak dapat memperoleh vitamin D dosis tinggi, kalsium, atau obat-obatan tertentu sesuai kondisi.

Tujuan pengobatan bukan hanya memperbaiki patah tulang, tetapi juga meningkatkan kualitas tulang agar risiko patah berulang berkurang.

Gabriel mengingatkan orang tua untuk tidak menganggap remeh anak yang berulang kali patah tulang tanpa penyebab jelas. Semakin cepat OI dikenali, semakin besar peluang anak mendapatkan penanganan tepat.

"Yang perlu dikasih tahu adalah ternyata masih ada cara-cara supaya anak itu bisa tumbuh dengan baik. Minimal kan anak itu punya quality of life.

>>> Bulog Buka Gudang ke Mahasiswa UGM, Ungkap Pengelolaan Cadangan Beras

Dan dia punya kemandirian. Dia nggak bergantung sama orang tuanya," katanya.