Mantan pemain internasional Maroko, Mehdi Benatia, memberikan pujian terhadap proyek pengembangan sepak bola di negaranya.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport pada 29 Juni 2026, ia menyebut sistem pembinaan usia muda sebagai fondasi utama kesuksesan timnas.

>>> Spesifikasi Galaxy Z Fold 8 Bocor dari Tipster Terpercaya

Benatia menekankan peran penting Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko dan Akademi Mohammed VI dalam kemajuan struktural ini.

Akademi tersebut telah melahirkan sejumlah pemain terkenal seperti Azzedine Ounahi, Nayef Aguerd, dan Youssef En-Nesyri.

Ia juga mencatat bahwa talenta muda seperti Ayoub Bouaddi dan Abdellah Ait Boudlal terus bermunculan dari sistem yang sama.

Menurut Benatia, kualitas teknis dan disiplin taktis skuad saat ini sudah sangat baik.

>>> Tiga Algojo Gagal Penalti, Paraguay Singkirkan Jerman dari Piala Dunia

Pujian untuk Achraf Hakimi

Benatia secara khusus memuji Achraf Hakimi sebagai salah satu bek kanan terbaik dalam sejarah. Ia mengklaim bahwa statistik ofensif Hakimi melampaui legenda seperti Cafu dan Maicon.

Meski demikian, Benatia mengakui bahwa peningkatan efektivitas serangan masih menjadi kunci untuk pertandingan besar. Ia juga menyatakan kepercayaannya pada Brahim Diaz yang sedang mengalami masa sulit.

Mengenai Piala Dunia 2026, Benatia optimistis dengan prospek timnas Maroko.

>>> Waspada! Ini 5 Tanda Awal Penyakit Ginjal yang Jarang Disadari

Namun, ia mengkritik sistem turnamen yang diperluas karena menambah jumlah pertandingan dan menyerukan harga tiket yang lebih terjangkau bagi penggemar.