Ia menyampaikan dua tuntutan: penegakan hukum secara transparan tanpa intervensi, serta permintaan agar pemerintah dan rumah sakit memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan.

Menurut Gabriel, sebelum kejadian ini, Dokter Icha tidak pernah mengalami intimidasi atau ancaman saat bertugas di puskesmas maupun di Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Ia menegaskan bahwa penanganan pasien gigitan ular telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk berkomunikasi dengan dokter ahli bisa ular, dr. Tri Maharani.

Sementara itu, ibu kandung Dokter Icha, Nur Azizah, mengaku anaknya sempat bercerita melalui telepon tentang intimidasi yang dialami.

Dokter Icha disebut merasa sangat terpukul.

Salah satu anggota DPRD yang disebut terlibat, Veronika Lake, membantah terlibat dalam intimidasi.

Ia mengaku hadir di RS karena kebetulan menumpang kendaraan usai arisan, dan diajak singgah oleh Therezius Lazakar untuk menjenguk keponakannya.

Veronika mengakui sempat terjadi perdebatan antara dua rekannya dengan dokter, dan ia ikut menanyakan tindak lanjut penanganan pasien.

Ia juga mengaku mengucapkan 'panggil wartawan saja', namun membantah ucapan itu ditujukan kepada Dokter Icha.

>>> 3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial pada Juli 2026, Rezeki Makin Deras

Veronika menyatakan bahwa ucapannya itu adalah usul agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, bukan ditujukan secara personal.