"Wanita memang dirancang untuk bertahan dalam periode yang lebih lama, dan mereka mungkin lebih efisien dalam memanfaatkan bahan bakar yang mereka miliki," tambahnya.

Implikasi dan Penelitian Lanjutan

Temuan ini memvalidasi penelitian lain tentang latihan ketahanan, termasuk studi tahun 2016 yang menemukan bahwa wanita "biasanya lebih tidak mudah lelah dibanding pria."

McClung mengakui bahwa pemahaman tentang perbedaan jenis kelamin masih terbatas karena kurangnya jumlah wanita yang berpartisipasi dalam studi performa semacam ini.

"Wanita secara tradisional tidak memiliki kesempatan yang sama untuk berlatih, tetapi itu berubah dalam 20 tahun terakhir.

Saya pikir wanita akan sukses dalam aktivitas fisik jangka panjang karena perbedaan kecil dalam pemanfaatan energi," kata McClung.

Selain perbedaan fisiologis, Angkatan Darat juga melakukan studi tentang keseimbangan energi, komposisi tubuh, performa fisik, tidur, dan respons psikologis siswa Ranger School.

"Wanita tampaknya sedikit lebih tangguh, jadi ini menunjukkan bahwa kita mungkin perlu sampel yang lebih besar.

>>> Galaxy S25 Ultra Dibanderol Rp 84.999 di India, Diskon 35%

Tetapi seorang pejuang elit tetaplah pejuang elit, tidak peduli jenis kelaminnya," pungkas McClung.