Kegagalan Korea Selatan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kekecewaan besar di dalam negeri. Sorotan tajam pun mengarah kepada pelatih Hong Myung-bo yang akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya setelah timnya tersingkir pada fase grup.

Taeguk Warriors menutup perjalanan di Grup A dengan menempati posisi ketiga usai mengoleksi tiga poin. Hasil itu tidak cukup membawa mereka masuk ke daftar delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melanjutkan persaingan di fase gugur.

Legenda yang Kini Menuai Kritik

Hong Myung-bo selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. Saat masih aktif bermain, ia menjadi kapten yang membawa negaranya menembus semifinal Piala Dunia 2002, pencapaian terbaik sepanjang sejarah tim nasional tersebut.

Namun, kesuksesan sebagai pemain tidak berlanjut ketika menjalani karier sebagai pelatih tim nasional.

>>> Cushion Cepat Oksidasi? Ini Penyebab dan 3 Rekomendasi Anti Kusam

Dua Kali Gagal Membawa Korea Selatan Lolos Fase Grup

Piala Dunia 2026 menjadi kegagalan kedua Hong bersama Korea Selatan di ajang tertinggi sepak bola dunia. Sebelumnya, ia juga memimpin tim pada Piala Dunia 2014 di Brasil.

Pada turnamen tersebut, Korea Selatan hanya mampu bermain imbang melawan Rusia sebelum kalah dari Aljazair dan Belgia sehingga gagal lolos dari fase grup. Hong saat itu mengundurkan diri, tetapi kemudian kembali dipercaya menangani tim nasional menjelang Piala Dunia 2026.

Harapan memperbaiki catatan masa lalu tidak terwujud setelah Korea Selatan kembali tersingkir sejak fase grup.

Menyatakan Mundur dan Meminta Maaf

Tak lama setelah kepastian eliminasi, Hong mengumumkan pengunduran dirinya di kamp latihan Korea Selatan di Guadalajara, Meksiko.