Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Korea Selatan sekaligus menerima tanggung jawab penuh atas kegagalan tim.

"Saya ingin meminta maaf yang tulus kepada seluruh warga negara yang telah mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional," ujar Hong kepada wartawan, Minggu, 28 Juni 2026 waktu setempat.

Wajah Disamarkan dalam Tayangan Televisi

Besarnya kekecewaan publik juga tercermin dari cara media memberitakan sang pelatih. Stasiun televisi nasional KBS menayangkan cuplikan konferensi pers Hong dengan wajah yang dibuat buram atau blur.

Tayangan tersebut kemudian ramai dibahas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan para penggemar sepak bola.

Papan Larangan Masuk Bermunculan

Reaksi masyarakat tidak berhenti di ruang digital. Sejumlah minimarket, restoran, dan kafe memasang papan bertuliskan bahwa Hong Myung-bo dilarang memasuki tempat mereka.

Fenomena itu bermula dari sebuah minimarket sebelum diikuti sejumlah pelaku usaha lainnya. Foto-fotonya kemudian menyebar luas di media sosial.

Seorang pemilik restoran di Anyang mengatakan kemarahannya dipicu keputusan Hong mencadangkan Son Heung-min saat menghadapi Afrika Selatan.

"Melihat pertandingan Piala Dunia kemarin membuat saya sangat marah... Saya memasang ini juga agar para pelanggan bisa sedikit tertawa," katanya.

Presiden Korea Selatan Minta Proses Penunjukan Pelatih Diusut

Dampak kegagalan tim nasional juga menjangkau ranah pemerintahan. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta dilakukan investigasi terhadap proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih kepala oleh Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA).

Menurutnya, proses pemilihan pelatih perlu ditelaah kembali untuk memastikan aspek kompetensi benar-benar menjadi pertimbangan utama.

"Saya tidak hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini, saya benar-benar bingung dan heran," tulis Lee melalui akun resminya di media sosial X.