Khusus SRMA 7 Palembang, menampung 96 siswa, sementara calon siswa tahun ajaran baru berjumlah 60 orang. Seluruhnya diperoleh melalui mekanisme penjangkauan berdasarkan DTSEN desil 1 dan 2.

>>> Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif

Kehadiran Gus Ipul disambut beragam penampilan siswa, seperti baris variasi, tari Kuda Lumping, Tari Gending Sriwijaya, karate, pidato empat bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Gus Ipul mengaku bangga menyaksikan penampilan para siswa.

"Anak-anak ini sudah dididik lebih dari sebelas bulan.

Saya bangga pada anak-anak sekalian, bangga kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mereka," ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog antara Gus Ipul dengan siswa, guru, dan orang tua.

Widya Wati, ibu dari siswi Nur Aziza, mengakui perubahan sikap anaknya setelah bersekolah di Sekolah Rakyat.

"Sekarang belajarnya semakin pintar. Dulu agak malas, sekarang rajin salat, mau membantu saya memasak dan mengurus pekerjaan rumah.

Harapan saya Nur menjadi anak yang berguna dan bisa membantu orang tuanya," tutur Widya.

Gus Ipul mengatakan, kisah kehidupan siswa-siswi Sekolah Rakyat yang baru mendapatkan akses pendidikan menjadi alasan kehadiran program ini.

Nantinya, lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil.

"Memang ada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Itulah sebabnya Presiden mengajak kita semua memulai program ini dengan kejujuran," katanya.

>>> Hasil F1 GP Austria: George Russell Menang, Verstappen Kedua

"Sambut kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Antarkan anak-anak kita meraih cita-citanya dengan baik," pungkas Gus Ipul.