Dengan demikian, industri kita juga akan tetap survive dan relevan terhadap dinamika perubahan," jelas Arif.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta tindak lanjut atas rekomendasi Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026.

Pemerintah akan membentuk kelompok kerja yang melibatkan guru besar, dosen, peneliti perguruan tinggi, serta BRIN untuk mengkaji isu strategis bersama kementerian teknis.

"Bapak Presiden meminta kami membentuk semacam satgas atau kelompok kerja yang nantinya berisi guru besar, dosen, peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN untuk bisa mengkaji lebih lanjut bersama kementerian teknis terkait," ujar Brian.

Presiden juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat peran sains, teknologi, riset, dan inovasi sebagai fondasi pembangunan nasional.

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa potensi seluruh bangsa perlu bersatu untuk mengokohkan inisiatif, mengeluarkan gagasan-gagasan dan kegiatan terbaik untuk kemajuan bangsa kita.

Bapak Presiden selalu menekankan bahwa sains, teknologi, riset, inovasi itu adalah suatu kemanen yang diperlukan bagi kemajuan bangsa kita," katanya.

Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 digelar bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) pada 26–28 Juni 2026.

Acara ini mempertemukan Presiden, jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, peneliti, serta mitra pembangunan.

>>> Pabrik Mineral Laut Dalam Pertama AS Berpotensi Dibangun di Brunswick County

Tujuannya merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia.