Kiper Argentina, Emiliano Martínez, memastikan tetap bermain tanpa pelindung jari saat menghadapi Tanjung Verde pada laga 32 besar Piala Dunia 2026.

Cedera patah jari di tangan kanan dialami Martínez sebelum turnamen dimulai, tepatnya saat pemanasan final Liga Europa bersama Aston Villa.

>>> Afrika Cetak Sejarah dengan 9 Wakil di Fase Gugur Piala Dunia 2026

Ia mengaku sempat dihadapkan pada pilihan sulit, termasuk kemungkinan operasi. Namun, Martínez memutuskan tidak menjalani operasi dan datang ke turnamen dengan risiko besar.

“Saya memutuskan tidak menjalani operasi. Kondisinya sempat berat dan saya datang ke turnamen ini dengan risiko besar,” ujar Martínez dilansir dari TycSport.

Hingga saat ini, kiper berusia 32 tahun itu belum bisa berlatih secara normal.

Meski begitu, ia memastikan pada laga berikutnya sudah siap tampil tanpa menggunakan bidai atau pelindung di jarinya.

“Saya belum latihan penuh, tapi di pertandingan selanjutnya saya bisa bermain tanpa pelindung,” tegasnya.

Proses pemulihan Martínez tidak mudah. Ia banyak dibantu oleh tim pelatih fisik serta rekan sesama kiper di timnas Argentina, Rulli dan Musso.

>>> Kanada Hadapi Afrika Selatan di Laga Knockout Perdana Piala Dunia

“Saya harus menahan semuanya sendiri. Rulli dan Musso banyak membantu, mereka bahkan berlatih dengan bola voli agar saya bisa menyesuaikan kondisi,” katanya.

Di tengah kondisi cedera, Martínez tetap tampil solid saat Argentina menang 3-1 atas Yordania. Namun, ia kecewa karena gagal menjaga clean sheet.

“Saya kesal. Mereka hanya punya sedikit peluang, rasanya seperti saat lawan Arab Saudi.

Saya merasa seharusnya bisa menepis bola itu,” ujarnya.

Menatap laga melawan Tanjung Verde, Martínez mengingatkan bahwa lawannya tidak bisa diremehkan. Ia menilai tim Afrika tersebut memiliki kekuatan fisik dan kecepatan yang bisa merepotkan.

>>> Texas Rangers Hadapi Blue Jays dengan Bullpen Terbatas

“Mereka tim yang bagus, kuat, cepat, dan lolos dari grup sulit. Piala Dunia ini penuh kejutan,” kata Martínez.