Timnas pria Kanada akan memainkan pertandingan knockout pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia saat menghadapi Afrika Selatan pada Minggu siang di SoFi Stadium, Los Angeles.

Kanada, yang menjadi tuan rumah bersama, lolos otomatis ke babak 32 besar.

>>> Texas Rangers Hadapi Blue Jays dengan Bullpen Terbatas

Mereka kemudian meraih hasil imbang melawan Bosnia dan Herzegovina, menang 6-0 atas Qatar, dan kalah 2-1 dari Swiss di fase grup.

Afrika Selatan, yang berada di peringkat 60 dunia, melaju ke babak gugur setelah mengejutkan Korea Selatan (peringkat 25) dengan kemenangan 1-0 pada Kamis lalu di Grup A.

Kesiapan Tim dan Strategi

Pelatih Jesse Marsch mengonfirmasi bahwa kapten Alphonso Davies, Stephen Eustáquio, dan Moïse Bombito dalam kondisi sehat dan siap menjadi tulang punggung lini tengah Kanada.

"Banyak orang mengira Korea Selatan akan mendominasi, tapi kenyataannya sebaliknya.

Afrika Selatan sangat fisik, atletis, bertahan dengan baik, dan memiliki kepercayaan diri tinggi," ujar Marsch dalam konferensi pers.

Marsch menambahkan bahwa bermain di Los Angeles mungkin memberi jeda mental setelah mengalami euforia nasional selama pertandingan kandang di Toronto dan Vancouver.

"Meskipun Korea Selatan dianggap lebih baik, pada akhirnya Afrika Selatan layak menang dan akan menjadi tantangan besar bagi kami," peringatnya.

Marsch bangga dengan dukungan penggemar di seluruh Kanada, yang memicu banyak acara nonton bersama dari Pulau Vancouver hingga St. John's.

>>> Empat Fitur Galaxy yang Awalnya Terkesan Gimmick, Kini Jadi Andalan

"Kami percaya diri dan akan bermain dengan keyakinan penuh. Pada hari Minggu, kami siap tampil kuat," tegas Marsch.

Penyerang Kanada Jacob Shaffelburg juga angkat bicara mengenai kekuatan tak terduga dan karakter defensif Afrika Selatan.