>>> Noah Kahan Minta Penonton Tak Buang Air Besar di Kursi Stadion

Karena risiko operasi jantung terbuka sangat tinggi, pasien dipilih menjalani prosedur MitraClip. MitraClip dilakukan melalui kateter yang dimasukkan dari pembuluh darah di lipat paha tanpa perlu membuka dada.

Alat berbentuk klip dipasang untuk menyatukan bagian katup mitral yang bocor sehingga aliran darah kembali optimal.

Dibandingkan operasi konvensional, prosedur ini menawarkan risiko lebih rendah, waktu tindakan lebih singkat, masa rawat inap sekitar dua hingga tiga hari, serta pemulihan yang lebih cepat.

Menurut Prof. Yoga, terapi ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan functional mitral regurgitation, yaitu kebocoran katup akibat gangguan fungsi jantung, yang selama ini memiliki pilihan terapi terbatas karena tingginya risiko operasi.

Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, MARS, MM, MH, C.

Med, CPM, FISQua, mengatakan kehadiran MitraClip merupakan bagian dari upaya rumah sakit menghadirkan layanan jantung struktural berstandar internasional di Indonesia.

"Hadirnya MitraClip menambah kapabilitas Cardiac & Vascular Center Primaya Hospital Kelapa Gading dalam memberikan layanan jantung yang komprehensif, mulai dari diagnosis hingga tindakan intervensi yang kompleks.

Kami ingin memastikan masyarakat Indonesia dapat memperoleh terapi jantung berteknologi tinggi tanpa harus berobat ke luar negeri," kata dr. Ferry.

Pelaksanaan prosedur perdana ini juga melibatkan kolaborasi dengan tim ahli dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand, sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan penguatan kompetensi dalam pengembangan layanan jantung modern di Indonesia.

>>> Taylor Swift Diduga Diboikot Penonton Saat Tampil di Konser Alan Jackson

Melalui inovasi ini, Primaya Hospital Kelapa Gading menegaskan komitmennya menghadirkan layanan jantung minimal invasif berteknologi tinggi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat layanan jantung modern di Indonesia.